bisnis

Adil al-Jubair: Defisit anggaran Arab Saudi belum mencemaskan

"Kami tidak ragu tingkat pertumbuhan ekonomi kami akan berlanjut dan kondisi keuangan negara kami tetap kuat seperti sebelumnya."

01 November 2015 13:13

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair menegaskan anggaran negaranya masih sehat meski dilaporkan mengalami defisit.

"Defisit dialami kerajaan tahun ini masih bisa diantisipasi," kata Jubair kepada wartawan kemarin, di sela acara Dialog Manama membahas soal ekonomi dan keamanan di Ibu Kota Manama, Bahrain.

Sehari sebelumnya Standard & Poors menurunkan rating Arab Saudi menjadi 'A-plus/A-1'.

IMF (Dana Moneter Internasional) dalam laporan terbaru menyebutkan negara Kabah itu tahun ini mengalami defisit 21,6 persen dari produk domestik bruto. Lembaga internasional ini memperkirakan defisit bakal menghantam Arab Saudi hingga 2020.

Karena melorotnya harga minyak mentah dunia - merupakan 90 persen dari pendapatan Arab Saudi - Kementerian Keuangan Saudi menarik sekitar US$ 70 miliar aset keuangan mereka di luar negeri. Bahkan Riyadh tengah mempertimbangkan menghapus subsidi atas bahan bakar kendaraan bermotor.

Namun Jubair bilang negaranya cuma mengalami defisit 12 persen, terendah dari semua negara Arab di kawasan Teluk Persia. "Kami tidak ragu tingkat pertumbuhan ekonomi kami akan berlanjut dan kondisi keuangan negara kami tetap kuat seperti sebelumnya," ujarnya.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.





comments powered by Disqus