bisnis

Khamenei larang impor barang dari Amerika

Nilai impor Iran dari Amerika Serikat pada semester pertama tahun ini dilaporkan mencapai Rp 1,9 triliun, sekitar 60 persen lebih tinggi ketimbang periode serupa tahun lalu.

01 November 2015 21:49

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei memperingatkan pihak-pihak berwenang untuk tidak mengimpor barang dari Amerika Serikat, meski nanti sanksi atas negara Mullah itu telah dicabut.

"Pemerintah mesti waspada terhadap impor-impor liar setelah sanksi dicabut dan secara serius menghindari impor barang-barang konsumen dari Amerika Serikat," kata Khamenei, seperti dilansir situs resminya hari ini.

Nilai impor Iran dari Amerika Serikat pada semester pertama tahun ini dilaporkan mencapai US$ 140 juta atau kini setara Rp 1,9 triliun, sekitar 60 persen lebih tinggi ketimbang periode serupa tahun lalu. Impor dari negara Abang Sam itu kebanyakan berupa peralatan kesehatan, makanan, dan benih tanaman.

Khamenei dan kalangan garis keras dalam pemerintahan Iran masih sangat mencurigai Amerika walau sudah tercapai kesepakatan soal nuklir. Mereka memandang impor budaya Barat sebagai ancaman bagi moralitas masyarakat.

Kereta cepat Haramain melayani rute Makkah-Madinah beroperasi mulai 11 Oktober 2018. (Saudi Gazette)

Kereta cepat Makkah-Madinah beroperasi mulai Kamis pekan ini

Dengan kereta Haramain, perjalanan Makkah-Madinah hanya butuh waktu dua jam saja.

Kios buku di Albalad, kawasan kota tua di Ibu Kota Amman, Yordania, April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi, Kuwait, dan UEA simpan US$ 1 miliar di Bank Sentral Yordania

Saudi, Kuwait, dan UEA juga berkomitmen memberikan fulus US$ 500 juta saban tahun selama lima tahun untuk membantu anggaran Yordania.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus