bisnis

Tarif air di Arab Saudi naik 50 persen bulan depan

Tarif baru Rp 33 ribu per meter kubik bagi pemakai air dan layanan sanitasi, sedangkan pengguna air saja dikenakan Rp 22 ribu tiap meter kubik.

02 November 2015 05:59

Kementerian Air dan Listrik Arab Saudi bulan depan menaikkan tarif air dan layanan sanitasi hingga 50 persen. Harga baru itu berlaku mulai 16 Desember.

Seorang pejabat di kementerian itu mengungkapkan tarif baru ini akan berlaku di seantero Arab Saudi dan dikenakan kepada lembaga pemerintah serta perusahaan industri dan perdagangan berskala besar. Namun kenaikan tarif ini tidak berlaku bagi rumah tinggal.

Pejabat ini menjelaskan kebijakan menaikkan tarif air itu untuk mengurangi tingkat pemakaian air.

Tarif baru itu yakni 9 riyal atau kini setara Rp 33 ribu per meter kubik bagi pemakaian layanan air dan sanitasi. Sedangkan konsumen khusus air saja hanya akan dikenakan harga 6 riyal (Rp 22 ribu) tiap meter kubiknya.

Kementerian Air dan Listrik menekankan kenaikan tarif itu tidak akan berpengaruh terhadap warga negara. Kebijakan ini akan berdampak pada pembatasan penggunaan air dan menjaga sumber daya air.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus