bisnis

Beleid baru utamakan warga Bahrain dibanding pekerja asing

"Ketika tidak ada orang Bahrain cocok atau mereka tidak mau bekerja, baru pekerjaan itu diberikan kepada ekspatriat."

03 November 2015 08:37

Dewan Syura Bahrain telah menyetujui beleid tenaga kerja baru mengharuskan perusahaan memberhentikan ekspatriat dibanding warga negara Bahrain bila perusahaan kesulitan keuangan atau sedang melakukan restrukturisasi.

Gulf Daily News melaporkan Dewan Syura Januari lalu menolak amandemen undang-undang itu setelah mendapat saran dari Kementerian Tenaga Kerja. Alasannya undang-undang ini bisa dipandang melanggar panduan antidiskriminasi dikeluarkan oleh ILO (Organisasi Buruh Internasional).

Perubahan akta soal buruh ini mesti diratifikasi oleh Raja Hamad sebelum berlaku.

Farud al-Haji, Ketua Komite Urusan Layanan dan Lingkungan Dewan Syura Bahrain, menegaskan lapangan kerja di Bahrain mesti untuk warga Bahrain dan hanya orang Bahrain. "Ketika tidak ada orang Bahrain cocok atau mereka tidak mau bekerja, baru pekerjaan itu diberikan kepada ekspatriat," katanya.

Namun muncul kecemasan bagaimana undang-undang tenaga kerja ini dilaksanakan.

Meski tetap menyerahkan keputusan kepada manajemen perusahaan, Dr Jihad al-Fadhil, anggota Dewan Syura mengusulkan beleid baru itu, menekankan, "Orang Bahrain tetap prioritas dan mereka akan terus diutamakan."

Menurut undang-undang itu, kata Muhammad al-Ansari dari Kementerian Tenaga Kerja Bahrain, jika pefrusahaan memilih memecat warga Bahrain ketimbang pekerja asing, keputusan itu dianggap tidak adil. "Perusahaan mesti memberikan uang kompensasi dalam jumlah sangat besar," tuturnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi gelontorkan Rp 9,8 triliun untuk bantuan tunai bagi warga miskin bulan ini

Sejak program bantuan langsung tunai diluncurkan, negara Kabah itu sudah menghabiskan Rp 218,5 triliun.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan tawarkan setengah persen sahamnya kepada investor individual

Buat tahap awal, Aramco akan melepas dua persen sahamnya di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul).

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Saudi berlakukan pajak bandar udara mulai 1 Januari 2020

Pajak itu besarannya 21 riyal untuk penerbangan sekali jalan.





comments powered by Disqus