bisnis

Orang terkaya di Mesir kini pemegang saham terbesar di Adidas

Dengan kekayaan Rp 80,2 triliun, Nasif Sawiris juga termasuk orang paling tajir nomor 240 di dunia.

03 November 2015 23:05

Konglomerat Mesir Nasif Sawiris telah menambah jumlah sahamnya menjadi enam persen di Adidas, menjadikan lelaki 54 tahun ini pemegang saham terbesar di perusahaan ritel pakaian olahraga asal Jerman itu.

Lewat pernyataan tertulis, Bursa Saham Stuttgart menjelaskan salah satu perusahaan investasi milik Sawiris, NNS Holding, sekarang mempunyai 4,3 persen saham di Adidas, sedangkan Sawiris pribadi menguasai 1,7 persen, seperti dilansir Bloomberg dan Wall Street Journal.

Dengan kekayaan US$ 5,9 miliar atau kini setara Rp 80,2 triliun, Nasif Sawiris merupakan orang terkaya di Mesir dan ke-240 di dunia, menurut majalah Forbes.

Dia mengelola Orascom Construction Industries (OCI), cabang dari perusahaan Belanda OCI NV. Dia tahun lalu membangun perusahaan ekuitas Nile Holdings Investments (NHI).

Nasif Sawiris adalah putra bungsu dari Onsi Sawiris. Dia memiliki abang bernama Najib Sawiris, baru-baru ini menghebohkan karena berencana membeli dua pulau untuk menampung pengungsi, dan Samih Sawiris.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Pemerintah Kuwait berutang Rp 10 triliun kepada 45 rumah sakit di Amerika

Gegara pandemi Covid-19, kabinet Kuwait bulan lalu menyepakati untuk mengurangi jumlah warga Kuwait menjadi setenganya saja berhak untuk ditanggung biaya pengobatannya di luar negeri.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Mubadala dan afiliasinya miliki 28,4 persen saham di Virgin Galactic

Mubadala dan ketiga afiliasinya - Aabar Space, Aabar Investment, dan International Petroleum Investment Company (IPIC) - masing-masing mempunyai 7,1 persen.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait akan berhentikan 50 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid as-Sabah Juni lalu mengajukan proposal untuk mengurangi jumlah ekspatriat dari 70 menjadi 30 persen.





comments powered by Disqus