bisnis

Qatar dinilai harus segera hapus subsidi dan naikkan pendapatan pajak

Anggaran Qatar tahun depan mengalami defisit pertama dalam 15 tahun, yakni 4,9 persen dari produk domestik bruto.

10 November 2015 19:40

Meski keuangan negara tidak terancam akibat melorotnya harga minyak mentah global, Menteri Perencanaan Pembangunan dan Statistik Qatar Saleh Muhammad an-Nabit bilang pemerintah perlu lebih disiplin dalam pembiayaan semua program dan proyek.

Dia menekankan pemerintah harus segera melakukan reformasi soal subsidi dan sistem perpajakan. Selama ini penduduk Qatar, termasuk kaum ekspatriat, menikmati subsidi dalam jumlah besar atas bahan bakar dan makanan. Pernyataan Nabit itu mengisyaratkan subsidi mungkin hanya bakal diberikan kepada warga Qatar atau orang-orang berpendapatan rendah.

Nabit tidak menjelaskan mengenai reformasi pajak. Namun Qatar sudah membahas tentang sistem pajak pertambahan nilai regional dengan negara-negara tetangga.

Dalam sebuah laporan Juni lalu, Kementerian Perencanaan Pembangunan dan Statistik Qatar memperkirakan anggaran tahun depan mengalami defisit pertama dalam 15 tahun, yakni 4,9 persen dari produk domestik bruto.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad mendesak untuk mengakhiri pemborosan dan birokrasi berlebihan. "Kita tidak akan membiarkan korupsi keuangan dan administratif atau penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi, atau menghilangkan standar profesional demi kepentingan sendiri," katanya di hadapan 45 anggota Dewan Syura Qatar, seperti dilansir Qatar News Agency.

Dia mengakui negara tidak lagi mampu menyediakan segalanya gratis atau murah. Dia meminta kepada seluruh rakyatnya berinisiatif untuk menjadikan Qatar menjadi bangsa besar dan kuat tanpa terlalu bergantung kepada negara.

Syekh Tamim, naik takhta dua tahun lalu, mengakui subsidi dalam jumlah sangat besar dan beragam kemudahan telah membikin rakyat Qatar kurang bersemangat untuk maju. "Kekayaan tak terkira selama bertahun-tahun di negara ini telah menciptakan situasi bergantung kepada negara untuk menyediakan semuanya."

Fathir (kanan) dan Raja berpose di depan lambang Qatar dalam acara National Day of Qatar di Hotel Raffles, Jakarta, 18 Desember 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar diprediksi defisit lebih dari US$ 7 miliar pada 2018

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar berencana terbitkan obligasi internasional senilai US$ 9 miliar

Abu Dhabi pekan lalu menjual obligasi senilai US$ 10 miliar, tidak lama setelah Arab Saudi meraup US$ 12,5 miliar dari penerbitan obligasi internasional ketiganya.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Defisit Qatar tahun ini diprediksi US$ 7,8 miliar

Pemerintah akan menyetujui kontrak baru senilai US$ 13 miliar tahun ini, berfokus pada proyek-proyek insfrastruktur, transportasi, dan yang berkaitan dengan persiapan Piala Dunia 2020.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Travel Magma)

Qatar proyeksikan tahun depan defisit US$ 7,8 miliar

Negara penghasil gas terbesar sejagat itu tahun ini memproyeksikan defisit US$ 12,8 miliar, yang pertama dalam 15 tahun terakhir.





comments powered by Disqus