bisnis

IEA perkirakan harga minyak akan naik jadi US$ 80 paling lambat 2020

Permintaan akan menjadi 103,5 juta barel per hari di 2040.

11 November 2015 03:22

IEA (Badan Energi Internasional) memperkirakan harga minyak mentah global bakal naik bertahap hingga ke angka US$ 80 per barel paling lambat 2020.

"Perkiraan kami adalah harga akan merangkak naik ke US$ 80 sekitar 2020," kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol kepada kantor berita Reuters sebelum melansir laporan terbaru. Dia menambahkan lantaran melemahnya harga minyak mentah itu di kisaran US$ 50, investasi di sektor minyak tahun ini turun 20 persen.

Dia memperkirakan penurunan nilai investasi bakal berlanjut tahun depan. Fenomena ini, menurut Birol, baru pertama terjadi dalam seperempat abad terakhir.

Birol bilang Timur Tengah - telah menjadi pemasok sepertiga dari kebutuhan dunia - akan menyuplai dua pertiga bila harga minyak terus di kisaran US$ 50 tiap barel. Jumlah ini merupakan pasokan terbesar dalam 40 tahun terakhir.

Dalam laporan terbaru bertajuk World Energy Outlook, IEA menjelaskan meski harga minyak menukik setengah dalam setahun belakangan, permintaan tahunan akan naik hingga 900 ribu barel per hari sampai 2020 dan melonjak sampai 103,5 juta barel di 2040. Mereka menyebut Amerika Serikat, Brasil, dan Kanada merupakan negara produsen minyak berbiaya tinggi dirugikan lebih cepat karena rendahnya harga minyak ketimbang sebagian besar negara pengekspor.

IEA memperkirakan harga minyak mentah bakal tetap US$ 50 per barel sampai akhir dekade ini sebelum menanjak ke angka US$ 85 di 2040.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus