bisnis

Qatar bakal hapus subsidi listrik dan air

"Kekayaan tak terkira selama bertahun-tahun di negara ini telah menciptakan situasi bergantung kepada negara untuk menyediakan semuanya," kata Syekh Tamim.

12 November 2015 14:45

Untuk mengurangi tekanan terhadap anggaran akibat melemahnya harga minyak mentah dunia, pemerintah Qatar berencana menghapus subsidi atas sejumlah komoditas menyangkut hajat hidup rakyat.

Dr Ibrahim Ibrahim, penasihat ekonomi bagi Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani, bilang negaranya bakal menghapus subsidi listrik dan air. Dia menjelaskan lantaran subsidi besar-besaran warga Qatar banyak mendapat layanan gratis atau sangat murah. Bahkan keitimewaan ini juga dinikmati kaum ekspatriat.

Dia menekankan karena murah atau gratis, warga Qatar boros menggunakan listrik dan air. Dia mencontohkan mereka menyalakan mesin penyejuk udara sepanjang waktu, bahkan saat tidak ada di rumah selama tiga bulan. "Ini memiliki dampak negatif. Sekarang kami ingin memastikan kami menghindari pemborosan itu," katanya kepada surat kabar the Peninsula.

Dr Ibrahim mengakui rendahnya harga minyak sejak Juni tahun lalu - kini di kisaran US$ 50 per barel - menyulitkan anggaran pemerintah. "Kami tidak sanggup lagi melakukan apa yang pernah kami lakoni sebelumnya," ujarnya.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani pekan lalu menyatakan negara tidak lagi mampu menyediakan segalanya gratis atau murah. Dia meminta kepada seluruh rakyatnya berinisiatif untuk menjadikan Qatar menjadi bangsa besar dan kuat tanpa terlalu bergantung kepada negara.

Syekh Tamim, naik takhta dua tahun lalu, mengakui subsidi dalam jumlah sangat besar dan beragam kemudahan telah membikin rakyat Qatar kurang bersemangat untuk maju. "Kekayaan tak terkira selama bertahun-tahun di negara ini telah menciptakan situasi bergantung kepada negara untuk menyediakan semuanya," tutur Syekh Tamim di hadapan 45 anggota Dewan Syura Qatar, seperti dilansir Qatar News Agency.

Fathir (kanan) dan Raja berpose di depan lambang Qatar dalam acara National Day of Qatar di Hotel Raffles, Jakarta, 18 Desember 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar diprediksi defisit lebih dari US$ 7 miliar pada 2018

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar berencana terbitkan obligasi internasional senilai US$ 9 miliar

Abu Dhabi pekan lalu menjual obligasi senilai US$ 10 miliar, tidak lama setelah Arab Saudi meraup US$ 12,5 miliar dari penerbitan obligasi internasional ketiganya.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Defisit Qatar tahun ini diprediksi US$ 7,8 miliar

Pemerintah akan menyetujui kontrak baru senilai US$ 13 miliar tahun ini, berfokus pada proyek-proyek insfrastruktur, transportasi, dan yang berkaitan dengan persiapan Piala Dunia 2020.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Travel Magma)

Qatar proyeksikan tahun depan defisit US$ 7,8 miliar

Negara penghasil gas terbesar sejagat itu tahun ini memproyeksikan defisit US$ 12,8 miliar, yang pertama dalam 15 tahun terakhir.





comments powered by Disqus