bisnis

85 persen insinyur di Arab Saudi orang asing

Jumlah lulusan sarjana rekayasa teknik sangat rendah.

13 November 2015 19:20

Sebanyak 85 persen dari 200 ribu insinyur terdaftar di Arab Saudi merupakan kaum ekspatriat, menurut Kementerian Tenaga Kerja Saudi dalam pernyataan tertulis.

Menteri Tenaga Kerja Mufrij al-Haqbani serta Menteri Perdagangan dan Industri Taufiq ar-Rabiah bersama para anggota Dewan Insinyur Saudi telah bersepakat untuk menangani masalah itu agar lebih banyak warga negara Kabah bekerja di sektor rekayasa teknik.

Saudi memang kekurangan warga lokal bekerja di sektor rekayasa teknik. Sebab kebanyakan kantor konsultan teknik berskala kecil sehingga tidak mampu mendapat dana diperlukan untuk berkembang dan merekrut insinyur sesuai jumlah kebutuhan.

Menurut Khalid al-Usman, anggota Dewan Nasional Kantor Konsultan Teknik, tantangan lainnya adalah jumlah lulusan sarjana rekayasa teknik sangat rendah.

Dewan Insinyur Saudi sekarang telah mengizinkan mahasiswa jurusan teknik rekayasa telah menyelesaikan setengah dari total mata kuliahnya untuk mendaftar gratis menjadi anggota lembaga itu. Dewan ini juga mengawasi pelaksanaan ujian profesional serta memberikan pelatihan.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Pemerintah Kuwait berutang Rp 10 triliun kepada 45 rumah sakit di Amerika

Gegara pandemi Covid-19, kabinet Kuwait bulan lalu menyepakati untuk mengurangi jumlah warga Kuwait menjadi setenganya saja berhak untuk ditanggung biaya pengobatannya di luar negeri.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Mubadala dan afiliasinya miliki 28,4 persen saham di Virgin Galactic

Mubadala dan ketiga afiliasinya - Aabar Space, Aabar Investment, dan International Petroleum Investment Company (IPIC) - masing-masing mempunyai 7,1 persen.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait akan berhentikan 50 persen ekspatriat di sektor pemerintah

Perdana Menteri Kuwait Syekh Sabah al-Khalid as-Sabah Juni lalu mengajukan proposal untuk mengurangi jumlah ekspatriat dari 70 menjadi 30 persen.





comments powered by Disqus