bisnis

85 persen insinyur di Arab Saudi orang asing

Jumlah lulusan sarjana rekayasa teknik sangat rendah.

13 November 2015 12:20

Sebanyak 85 persen dari 200 ribu insinyur terdaftar di Arab Saudi merupakan kaum ekspatriat, menurut Kementerian Tenaga Kerja Saudi dalam pernyataan tertulis.

Menteri Tenaga Kerja Mufrij al-Haqbani serta Menteri Perdagangan dan Industri Taufiq ar-Rabiah bersama para anggota Dewan Insinyur Saudi telah bersepakat untuk menangani masalah itu agar lebih banyak warga negara Kabah bekerja di sektor rekayasa teknik.

Saudi memang kekurangan warga lokal bekerja di sektor rekayasa teknik. Sebab kebanyakan kantor konsultan teknik berskala kecil sehingga tidak mampu mendapat dana diperlukan untuk berkembang dan merekrut insinyur sesuai jumlah kebutuhan.

Menurut Khalid al-Usman, anggota Dewan Nasional Kantor Konsultan Teknik, tantangan lainnya adalah jumlah lulusan sarjana rekayasa teknik sangat rendah.

Dewan Insinyur Saudi sekarang telah mengizinkan mahasiswa jurusan teknik rekayasa telah menyelesaikan setengah dari total mata kuliahnya untuk mendaftar gratis menjadi anggota lembaga itu. Dewan ini juga mengawasi pelaksanaan ujian profesional serta memberikan pelatihan.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus