bisnis

Berlakukan pajak atas tanah kosong, Saudi bisa raup Rp 181 triliun setahun

Banyak pemilik diperkirakan bakal menjual tanah mereka karena tidak sanggup membayar pajak.

23 November 2015 13:33

Rencana pemberlakukan pajak atas tanah kosong atau tidak dibangun di kota-kota besar di Arab Saudi berpotensi menghasilkan pendapatan bagi negara 50 miliar riyal atau kini setara Rp 181,7 triliun setahun, menurut para ahli properti kepada surat kabar the Saudi Gazette.

Ar Riyadh, koran berafiliasi dengan pemerintah, pekan lalu melaporkan Majelis Syura Arab Saudi telah mengesahkan undang-undang untuk mengenakan pajak terhadap tanah tidak dibangun. Penerapan pajak ini bertujuan mendorong pembangunan dan menyelesaikan krisis rumah di negara Kabah itu.

Sesuai beleid itu, pajak dikenakan berdasarkan persentase atas harga tanah. Majelis Syura menolak usulan kabinet untuk membatasi pajak seratus riyal per meter persegi.

"Banyak para pemilik tanah tidak akan mampu lagi bertahan untuk membayar pajak, akan menghasilkan setidaknya 50 miliar riyal setahun buat negara," kata agen real estat Muhammad al-Dossari kepada Al-Hayat, seperti dikutip Saudi Gazette.

Agen real estat lainnya, Muhammad al-Faraj, bilang pajak atas tanah kosong itu akan menurunkan harga pasaran rumah. Sebab para pemilik bakal menjual tanah mereka untuk menghindari pajak.

Undang-undang pajak tanah ini akan disampaikan kepada Raja Salman bin Abdul Aziz untuk mendapat persetujuan. Sehabis itu baru kabinet menetapkan masa berlakunya.

Kebanyakan tanah di perkotaan di Arab Saudi dimiliki orang-orang kaya atau perusahaan. Mereka lebih suka menyimpan sebagai tabungan atau menjual untuk keuntungan ketimbang dibangun.

Kementerian Perumahan Arab Saudi dua tahun lalu memperkirakan 40 persen dari seluruh tanah di negara ini dibiarkan kosong, saat pemerintah mengumumkan akan membangun 1,5 juta rumah.

Faraj menambahkan jumlah tanah kosong itu naik menjadi 49 persen di Ibu Kota Riyadh, 50 persen di Dammam, dan 40 persen di Jeddah.

Bertahun-tahun pemerintah mempertimbangkan memberlakukan pajak untuk memaksa para pemilik tanah membangun atau menjual. Banyak kalangan menengah ke bawah di Saudi tidak mampu membeli atau menyewa rumah lantaran harganya terus meroket.

Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah. (Arabian Business)

Bahrain akan berlakukan VAT akhir tahun ini

Bahrain bakal kembali mengurangi subsidi atas bahan bakar, makanan, dan jasa.

Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Arab News)

Saudi batalkan kesepakatan dengan Changi buat kelola bandar udara baru di Jeddah

Changi Airports International pada 2 Mei 2017 menyebutkan pihaknya telah mendapat izin untuk mengoperasikan Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru selama 20 tahun.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Arabian Business)

Saudi Arabian Airlines tidak lagi dapat subsidi

Maskapai ini berencana lakoni IPO sebelum akhir 2020.

Sekumpulan unta di sebuah gurun di Yordania. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perusahaan UEA bikin susu unta buat bayi

Bisa dikonsumsi bayi berusia 1-3 tahun, terutama yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi.





comments powered by Disqus