bisnis

Kabinet Arab Saudi setujui pajak atas tanah kosong 2,5 persen setahun

Undang-undang ini berlaku setengah tahun lagi.

24 November 2015 09:02

Dalam sidang dipimpin Raja Salman bin Abdul Aziz kemarin, kabinet Arab Saudi menyetujui undang-undang soal pemberlakuan pajak 2,5 persen setahun atas tanah-tanah kosong di wilayah perkotaan.

Aturan ini bakal berlaku setengah tahun lagi dan diterapkan bertahap. Hasil dari pajak 2,5 persen dari harga tanah itu bakal disimpan di sebuah rekening di bank sentral, SAMA (Saudi Arabian Monetary Agency) dan nantinya dipakai buat membangun perumahan dan infrastruktur.

"Beleid ini memiliki pengaruh positif dalam mendorong pembangunan," kata Rani Majzub, kepala real estat di lembaga konsultan KPMG berkantor di Ibu Kota Riyadh. "Hal itu positif bagi industri real estat dan sektor konstruksi."

Agen real estat Muhammad al-Dossari kepada Al-Hayat, seperti dikutip Saudi Gazette, memperkirakan pemberlakukan pajak atas tanah kosong itu bisa menghasilkan pendapatan bagi negara saban tahun setidaknya 50 miliar riyal atau kini setara Rp 181,7 triliun.

Kebanyakan tanah di perkotaan di Arab Saudi dimiliki orang-orang kaya atau perusahaan. Mereka lebih suka menyimpan sebagai tabungan atau menjual untuk keuntungan ketimbang dibangun.

Kementerian Perumahan Arab Saudi dua tahun lalu memperkirakan 40 persen dari seluruh tanah di negara ini dibiarkan kosong, saat pemerintah mengumumkan akan membangun 1,5 juta rumah.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mata uang riyal Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Gubernur bank sentral Iran mundur sebab nilai tukar riyal anjlok

Sejak awal pekan ini, nilai tukar merosot menjadi 65 ribu hingga 70 ribu riyal per US$ 1.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Saudi pasok minyak ke Sudan buat atasi kelangkaan

Kelangkaan dirasakan sejak awal bulan lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

18 Mei 2018

TERSOHOR