bisnis

Arab Saudi berencana hapus subsidi energi dan air bagi kaum kaya

Negara Kabah ini juga akan menswastanisasi dan mengenakan pajak di sektor pertambangan.

26 November 2015 08:09

Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman kemarin bilang negaranya berencana menghapus subsidi energi dan air bagi kaum tajir. Dia menambahkan pemerintah juga akan mengenakan pajak pertambahan nilai dan pajak atas barang-barang tidak sehat, seperti rokok serta minuman bergula.

Rencana kebijakan itu untuk mengurangi tekanan anggaran akibat melemahnya harga minyak mentah global. IMF (Dana Moneter Internasional) memperkirakan tahun ini anggaran Saudi mengalami defisit US$ 107 miliar dan hal itu bakal terjadi hingga 2020.

Kabinet Saudi Senin lalu menyetujui undang-undang pajak atas tanah kosong sebesar 2,5 persen setahun. Beleid ini baru berlaku setengah tahun lagi. "Tantangan utamanya adalah ketergantungan kami amat berlebihan atas minyak dan cara kami persiapkan serta pengunaan anggaran," kata Pangeran Muhammad bin Salman dalam wawancara khusus dengan surat kabar the New York Times.

Selain menjabat menteri pertahanan, putra dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini juga memimpin komite kebijakan ekonomi dan komisi mengawasi efisiensi penggunaan anggaran negara.

Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan dia juga akan menswastanisasi dan mengenakan pajak di sektor pertambangan. Juga berupaya mengurangi konsumsi minyak dalam negeri dengan memanfaatkan listrik tenaga nuklir dan matahari.

Di masa pemerintahan Raja Abdullah bin Abdul Aziz, meninggal Januari lalu, Arab Saudi sudah memprivatisasi sejumlah perusahaan besar milik negara, membuka sektor-sektor utama ekonomi bagi kalangan swasta dan investasi luar negeri, bergabung dengan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) dan mereformasi beleid tenaga kerja.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bebas dari defisit pada 2023

prediksi defisit tahun depan sebesar 195 miliar riyal (US$ 52 miliar),

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Saudi akan berlakukan VAT atas bensin mulai 2018

Arab Saudi berencana menerapkan VAT atas layanan transportasi lokal dan layanan administrasi di bank.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

IMF desak Saudi tidak terburu-buru dalam mereformasi ekonomi

Arab Saudi akan memperoleh pendapatan kotor US$ 67,7 miliar setahun pada 2020 dari kenaikan bahan bakar dan listrik.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

18 Mei 2018

TERSOHOR