bisnis

Pertamina dan Saudi Aramco patungan bangun kilang di Cilacap

Kesepakatan itu bakal meliputi pula impor minyak mentah dari Arab Saudi untuk diolah di kilang minyak Cilacap dan fasilitas lainnya.

26 November 2015 18:54

Pertamina dan Saudi Aramco pekan ini diharapkan mencapai kesepakatan membikin usaha patungan, bakal termasuk membangun kompleks kilang minyak terbesar di Indonesia senilai US$ 5 miliar atau kini setara Rp 68,2 triliun.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengungkapkan pihaknya akan meneken sebuah perjanjian kerja sama dengan Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar sejagat milik Arab Saudi, untuk melakukan FEED (Desain Rekayasa Awal-Akhir) untuk menaikkan kapasitas kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah. Kilang itu saat ini mampu menghasilkan 270 ribu barel minyak saban hari.

Kilang di Cilacap ini merupakan yang terbesar di Indonesia, telah mengalami beberapa kali penambahan sejak pertama kali beroperasi pada 1976. "Diharapkan minggu ini kami akan menyepakati tahap selanjutnya," kata Budiman di kantor pusat Pertamina di Jakarta Selasa lalu. "FEED melibatkan sebuah investasi penting, terutama hingga 10-15 persen dari ongkos proyek."

Indonesia, bersiap bergabung lagi menjadi anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) bulan depan setelah tujuh tahun keluar, bertahun-tahun mencoba meyakinkan Saudi Aramco untuk berinvestasi di sektor kilang. Namun kemajuan perundingan ke arah itu terganjal masalah pajak dan keuangan.

Budiman bilang pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skema insentif untuk menyelesaikan isu ini.

Dalam usaha patungan ini, Pertamina bakal menguasai saham mayoritas di kilang Cilacap, namun persentasenya masih digodok. Sisanya bakal dimiliki Saudi Aramco.

Kesepakatan itu bakal meliputi pula impor minyak mentah dari Arab Saudi untuk diolah di kilang minyak Cilacap dan fasilitas lainnya.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Tiga alasan IPO Aramco bakal ditunda

IPO lima persen saham Aramco, merupakan inti dari Visi Saudi 2030 untuk mengembangkan perekonomian non-minyak, diprediksi bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arabian Business)

IPO Aramco mungkin ditunda jadi tahun depan

"London selalu menjadi tujuan menarik bagi modal dari seluruh dunia," kata Khalid al-Falih.

CEO Russia Direct Investmen Fund Kirill Dmitriev. (Arabian Business)

Rusia dan Cina patungan buat beli saham Aramco

Aramco akan melakoni IPO di semeter kedua tahun ini. Itu diyakini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah karena diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

Menteri energi Saudi sebut nilai IPO Aramco ditentukan pasar

Arab Saudi mempunyai cadangan minyak sebanyak 260 miliar barel.





comments powered by Disqus