bisnis

Pikat investor asing, Iran tawarkan skema baru kontrak minyak

Iran mengharapkan mampu menggenjot produksi sampai 5,7 juta barel tiap hari paling lambat 2021.

30 November 2015 07:54

Untuk menggaet para investor asing, Iran menawarkan skema baru kontrak minyak. Hal ini disampaikan dalam konferensi berlangsung dua hari, Sabtu-Ahad, di Ibu Kota Teheran, Iran.

Kontrak model baru ini memiliki jangka waktu lebih lama, yakni 15-20 tahun dan bahkan bisa diperpanjang hingga 25 tahun. Kian banyak produksi dihasilkan, investor mendapat kompensasi lebih besar.

Sedangkan kontrak model lama berisiko tinggi dan pemerintah Iran bisa membeli kembali saham di perusahaan gabungan dengan investor asing.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zangadeh menyampaikan kepada peserta konferensi, sesuai kontrak jenis baru ini investor asing wajib membentuk perusahaan patungan dengan pengusaha Iran untuk melaksanakan ekplorasi, pengembangan, dan produksi. "Untuk terus berperan (sebagai pemasok minyak terbesar), kami berharap menikmati bekerja dengan perusahaan minyak internasional bereputasi sesuai kontrak saling menguntungkan," katanya.

Konferensi itu, menurut sejumlah pejabat Kementerian Perminyakan Iran, dihadiri 137 perusahaan asing, termasuk Repsol, British Petroleum, Royal Dutch Shell, Total, Technip, Schlumberger, Eni, Enel, Rosneft, Lukoil, Gazprom, Inpex, Statoil, dan Daewoo. Juga datang satu penasihat energi bagi pemerintah Inggris, menurut seorang diplomat Barat.

Duta Besar Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit bilang kepada Albalad.co kemarin melalui WhatsApp, tiga orang mewakili PT Pertamina hadir pula. Dia menambahkan tiap peserta mesti membayar biaya pendaftaran 2.500 pound sterling atau kini setara Rp 51,7 juta untuk bisa ikut dalam konferensi itu.

Mahdi Husaini, pejabat senior Iran bertanggung jawab atas kontrak model baru ini, menjelaskan skema baru itu untuk memperbaiki hubungan Iran dengan dunia industri.

Iran berharap bisa menggaet US$ 150 miliar (Rp 2.066 triliun) dari investasi luar negeri dalam lima tahun mendatang untuk membangun kembali industri energi mereka.

Iran, anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak), saat ini mengekspor 1,1 juta barel minyak mentah per hari. Negara Mullah itu berharap bisa kembali ke volume ekspor 2,2 juta barel, terakhir berlaku tiga tahun lalu. Total produksi minyak Iran sekarang 3,1 juta barel saban hari. Negara dengan cadangan minyak terbesar keempat di dunia ini mengharapkan mampu menggenjot produksi sampai 5,7 juta barel tiap hari paling lambat 2021.

Zanganeh pekan lalu mengatakan Iran bakal mengekspor tambahan 500 ribu barel minyak per hari setelah sanksi dicabut, kemungkinan awal tahun depan.

Kilang minyak di Iran. (Press TV)

Iran temukan ladang minyak baru dengan cadangan 50 miliar barel

Jumlah cadangan minyak negara Mullah itu saat ini sekitar 150 miliar barel.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Produksi minyak Iran sudah kembali ke level sebelum terkena sanksi

Produksi minyak Iran di kuartal pertama tahun ini sebanyak 3,796 juta barel tiap hari, melonjak dibanding 3,741 juta barel sehari di kuartal pertama tahun lalu.

Ladang minyak Kish di Iran, ditemukan oleh National Iranian Oil Company pada 2006. (PEDEC)

Iran akan tingkatkan ekspor minyak ke Eropa hingga 60 persen dalam dua bulan

Iran menargetkan total produksi minyak 4,5 juta barel sehari pada 2022.





comments powered by Disqus