bisnis

Defisit anggaran Bahrain membengkak

Fitch menambahkan defisit akan berlanjut di 2016, yakni 10,7 persen dan di atas 5,5 persen dari produk domestik bruto pada 2017.

07 Desember 2015 12:39

Fitch Ratings telah menurunkan peringkat Bahrain dari stabil menjadi negatif, yakni BBB- dan BBB. Lembaga pemeringkatan ini memperkirakan defisit anggaran di negara Arab Teluk itu tahun ini membengkak menjadi 12,5 persen dari produk domestik bruto.

Lewat pernyataan tertulis, Fitch menambahkan defisit akan berlanjut di 2016, yaitu 10,7 persen dan di atas 5,5 persen dari produk domestik bruto pada 2017.

Fitch menjelaskan sejumlah penghapusan subsidi dilakukan pemerintah Bahrain belum cukup untuk mengurangi tekanan anggaran akibat melemahnya harga minyak mentah dunia. Akibatnya rendahnya harga emas hitam itu, pendapatan Bahrain turun 17 persen pada 2015 dan 2016. Kian merosot ketimbang penurunan 24 persen tahun lalu.

Menteri perindustrian dan perdagangan Bahrain bulan lalu bilang pemerintah merencanakan lebih banyak pencabutan subsidi. Manama juga bakal mengenakan biaya terhadap semua layanan pemerintah mulai tahun depan.

Seperti negara-negara pengekspor minyak lainnya di kawasan Teluk Persia, Bahrain bertahun-tahun memberikan subsidi atas beragam barang dan layanan, seperti makanan, bahan bakar, listrik, dan air. Alhasil, harga serba amat murah menjamin tidak ada gejolak sosial.

Bursa Nasdaq Dubai. (Gulf Business)

UEA izinkan kepemilikan asing seratus persen di sektor bisnis mulai akhir tahun ini

Namun belum ada penjelasan bidang apa saja di sektor bisnis boleh dimiliki sepenuhnya oleh pemodal luar negeri.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.





comments powered by Disqus