bisnis

Iran sepakati kontrak gas Rp 41,6 triliun dengan konsorsium India

Tahap pertama dari pembangunan ladang minyak Farzad B itu untuk menghasilkan satu juta kaki kubik gas alam cair saban hari.

07 Desember 2015 22:38

Iran telah menyepakati kontrak senilai US$ 3 miliar atau kini setara Rp 41,6 triliun dengan sebuah konsorsium perusahaan asal India untuk membangun ladang gas Farzad B di Teluk Arab, seperti dilansir kantor berita Mehr.

Said Hafizi, Direktur perusahaan minyak Falat Ghare, menjelaskan pembangunan baru bisa dimulai setelah sanksi atas Iran dicabut, kemungkinan awal tahun depan.

N.K. Verma, Direktur Pelaksana ONGC Videsh, perusahaan memimpin konsorsium itu, mengaku belum mendengar soal perkembangan terbaru ini. "Kami belum menerima komunikasi apapun dari Iran soal jaminan kami mendapatkan kontrak pembangunan ladang gas itu," katanya.

Verma bilang ONGC Videsh, sayap investasi luar negeri dari Oil and Natural Gas Corp., baru-baru ini melawat ke Iran setelah mengajukan tawaran dari sejumlah perusahaan India.

Tahap pertama dari pembangunan ladang minyak Farzad B itu memakan biaya Rp 41,6 triliun. Hafizi mengatakan proyek tahap perdana ini untuk menghasilkan satu juta kaki kubik gas alam cair saban hari.

Kesepakatan mengakhiri krisis program nuklir Iran dengan enam negara Barat tercapai Juli lalu memuluskan jalan ke arah pencabutan sanksi. Ini juga memunculkan harapan terhadap industri gas Iran dengan cadangan 12,5 triliun kaki kubik baru habis 30 tahun.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 





comments powered by Disqus