bisnis

Iran sepakati kontrak gas Rp 41,6 triliun dengan konsorsium India

Tahap pertama dari pembangunan ladang minyak Farzad B itu untuk menghasilkan satu juta kaki kubik gas alam cair saban hari.

08 Desember 2015 05:38

Iran telah menyepakati kontrak senilai US$ 3 miliar atau kini setara Rp 41,6 triliun dengan sebuah konsorsium perusahaan asal India untuk membangun ladang gas Farzad B di Teluk Arab, seperti dilansir kantor berita Mehr.

Said Hafizi, Direktur perusahaan minyak Falat Ghare, menjelaskan pembangunan baru bisa dimulai setelah sanksi atas Iran dicabut, kemungkinan awal tahun depan.

N.K. Verma, Direktur Pelaksana ONGC Videsh, perusahaan memimpin konsorsium itu, mengaku belum mendengar soal perkembangan terbaru ini. "Kami belum menerima komunikasi apapun dari Iran soal jaminan kami mendapatkan kontrak pembangunan ladang gas itu," katanya.

Verma bilang ONGC Videsh, sayap investasi luar negeri dari Oil and Natural Gas Corp., baru-baru ini melawat ke Iran setelah mengajukan tawaran dari sejumlah perusahaan India.

Tahap pertama dari pembangunan ladang minyak Farzad B itu memakan biaya Rp 41,6 triliun. Hafizi mengatakan proyek tahap perdana ini untuk menghasilkan satu juta kaki kubik gas alam cair saban hari.

Kesepakatan mengakhiri krisis program nuklir Iran dengan enam negara Barat tercapai Juli lalu memuluskan jalan ke arah pencabutan sanksi. Ini juga memunculkan harapan terhadap industri gas Iran dengan cadangan 12,5 triliun kaki kubik baru habis 30 tahun.

CEO MUbadala Petroleum Bakhit al-Katiri. (Arabian Business)

Mubadala Petroleum kuasai 20 persen saham di dua ladang gas di Indonesia

Mubadala Petroleum akan menjadi operator terbesar di Blok Andaman I dan Blok Andaman Selatan

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.





comments powered by Disqus