bisnis

Qatar proyeksikan defisit anggaran Rp 179 triliun pada 2016

Sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur kebagian Rp 354,3 triliun atau 45,4 persen dari total anggaran 2016.

17 Desember 2015 17:01

Qatar memperkirakan mengalami defisit 46,5 miliar riyal Qatar atau kini setara Rp 179,3 triliun, menurut anggaran diumumkan kemarin. Ini defisit pertama dalam 15 tahun terakhir dan akibat dari melorotnya harga minyak mentah global, seperti dilansir Qatar News Agency.

Rilis anggaran Qatar untuk 2016 merupakan yang pertama dilansir negara Arab Teluk saat keuangan negara-negara Arab superkaya di Teluk Persia menjadi sorotan pasar dan para investor. Anggaran Qatar memang paling banyak ditunggu setelah negara ini dua tahun lalu mengubah permulaan tahun anggaran dari 31 Maret ke 31 Desember untuk menyesuaikan dengan sektor swasta.

Dalam anggaran tahun depan, Qatar memproyeksikan pendapatan 156 miliar riyal (Rp 601,4 triliun) dan belanja 202,5 miliar riyal (Rp 780,7 triliun). Dibanding anggaran sebelumnya, proyeksi pendapatan 226 miliar riyal (Rp 871,2 triliun) dan pengeluaran 218,4 miliar riyal (Rp 842 triliun).

Anggaran Qatar 2016 itu menyebut defisit ini bakal ditutupi dengan penjualan obligasi lokal dan internasional.

Menteri Keuangan Qatar Ali Syarif al-Imadi menjelaskan kepada Qatar News Agency, anggaran akan tetap mempertahankan belanja di sektor-sektor penting, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan transportasi, dengan perhatian khusus pada jaringan kereta serta proyek lain terkait persiapan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur kebagian 91,9 miliar riyal (Rp 354,3 triliun) atau 45,4 persen dari total anggaran 2016.

Khusus proyek infrastruktur dianggarkan 50,6 miliar riyal (Rp 195,1 triliun) dan akan mencakup pembangunan jaringan kereta, pelabuhan baru di Ibu Kota Doha, sejumlah jalan raya, dan perluasan jaringan listrik, air, serta pembuangan limbah.

Qatar juga menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 3,7 persen dari proyeksi 7,3 persen dilansir Juni lalu. Juga akibat melemahnya harga emas hitam.

Fathir (kanan) dan Raja berpose di depan lambang Qatar dalam acara National Day of Qatar di Hotel Raffles, Jakarta, 18 Desember 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar diprediksi defisit lebih dari US$ 7 miliar pada 2018

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar berencana terbitkan obligasi internasional senilai US$ 9 miliar

Abu Dhabi pekan lalu menjual obligasi senilai US$ 10 miliar, tidak lama setelah Arab Saudi meraup US$ 12,5 miliar dari penerbitan obligasi internasional ketiganya.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Defisit Qatar tahun ini diprediksi US$ 7,8 miliar

Pemerintah akan menyetujui kontrak baru senilai US$ 13 miliar tahun ini, berfokus pada proyek-proyek insfrastruktur, transportasi, dan yang berkaitan dengan persiapan Piala Dunia 2020.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Travel Magma)

Qatar proyeksikan tahun depan defisit US$ 7,8 miliar

Negara penghasil gas terbesar sejagat itu tahun ini memproyeksikan defisit US$ 12,8 miliar, yang pertama dalam 15 tahun terakhir.





comments powered by Disqus