bisnis

Mulai 1 Januari 2016, Saudi kenakan pajak bagi penumpang pesawat

Besaran pajak bakal ditinjau saban tiga tahun.

17 Desember 2015 22:28

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi telah memutuskan mulai 1 Januari 2016 semua penumpang penerbangan internasional, tiba dan akan meninggalkan bandar udara di negara itu, dikenakan biaya 87 riyal atau kini setara Rp 325 ribu.

Mengutip sejumlah sumber, surat kabar berbahasa Arab Al-Hayat melaporkan besaran pajak bagi penupang pesawat rute internasional ini bakal ditinjau saban tiga tahun. Pajak ini berlaku bagi seluruh maskapai dan siapa saja melanggar akan dikenai sanksi.

Namun tidak jelas apakah pajak 87 riyal ini untuk menggantikan atau sebagai tambahan atas biaya 50 riyal (Rp 187 ribu) sudah dikenakan terhadap penumpang rute internasional, datang atau ingin meninggalkan Arab Saudi.

Saat ini penumpang transit tidak dikenakan pajak kecuali mereka keluar pesawat untuk menggunakan fasilitas bandar udara.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

Ekspatriat di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Kadin Arab Saudi minta pajak atas ekspatriat dihapus

Saudi memberlakukan pajak atas tiap ekspatriat sebesar 300-400 riyal tahun ini, 500-600 riyal di 2019, dan 700-800 riyal pada 2020.





comments powered by Disqus