bisnis

Tarif pajak di UEA dan Qatar terendah di dunia

Tarif pajak di kedua negara ini 15,9 persen.

26 Desember 2015 01:55

Uni Emirat Arab (UEA) disusul Qatar memuncaki daftar negara dengan tarif pajak terendah sejagat.

Laporan Pembayaran Pajak dilansir Bank Dunia dan PricewaterhouseCoopers, lembaga auditor multinasional berkantor pusat di Kota New York, Amerika Serikat, menyebutkan secara keseluruhan tarif pajak di kedua negara Arab Teluk itu 15,9 persen dengan waktu pengurusan 12 jam. Arab Saudi menyusul di posisi ketiga, Bahrain (8), Oman (10), dan Kuwait (11).

Dalam daftar berisi 189 negara itu disebutkan rata-rata tarif pajak global 40,8 persen dengan waktu pengurusan 261 jam.

"Penemuan terbaru dari penelitian itu menyatakan negara-negara Arab di Teluk Persia tetap paling ringan dalam soal pajak," kata Dean Kern dari Layanan Pajak dan Hukum PricewaterhouseCoopers Timur Tengah.

Lantaran defisit dialami enam negara Arab Teluk akibat melorotnya harga minyak mentah global, mereka berencana memberlakukan pajak pertambahan nilai. Namun skema ini masih dibahas di tataran organisasi regional GCC (Dewan Kerja Sama Teluk).

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus