bisnis

Tarif listrik dan air di Arab Saudi naik mulai 11 Januari 2016

"Kebijakan ini untuk mencapai efisiensi penggunaan energi, memelihara cadangan, menghentikan pemakaian berlebihan dan tidak rasional."

29 Desember 2015 09:15

Kabinet Arab Saudi kemarin menyetujui kenaikan tarif listrik dan air. Harga baru atas dua layanan ini mulai berlaku 11 Januari 2016.

Dalam siaran persnya, Kementerian Keuangan Arab Saudi menjelaskan harga atas bahan bakar kendaraan bermotor, air, dan listrik bakal naik secara bertahap dalam lima tahun ke depan.

"Kebijakan ini untuk mencapai efisiensi penggunaan energi, memelihara cadangan, menghentikan pemakaian berlebihan dan tidak rasional," kata Kementerian Keuangan. "Serta untuk mengurangi dampak negatif terhadap warga negara kelas menengah ke bawah dan buat menjadikan sektor bisnis lebih adil bersaing."

Kementerian Keuangan Arab Saudi menambahkan pemerintah juga akan menaikkan biaya layanan dan denda, serta akan memberlakukan pajak pertambahan nilai.

Pajak atas barang-barang tidak sehat, seperti rokok, minuman ringan, dan semacamnya akan dinaikkan pula.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perlu empat tahun bagi Emirates buat melayani kembali semua rutenya

Emirates, terbang ke 157 kota di 83 negara sebelum ada pandemi Covid-19, memarkir semua pesawat penumpangnya Maret lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Arab Saudi salurkan bantuan uang tunai bagi warga miskin mulai hari ini

Penyaluran bantuan tahap pertama ini ditujukan bagi 82 persen dari total penerima. Untuk tahap kedua bakal dimulai pada 10 Januari 2018.





comments powered by Disqus