bisnis

Bahrain naikkan harga solar dan minyak tanah mulai Januari 2016

Bahrain mengikuti jejak Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

29 Desember 2015 14:57

Pemerintah Bahrain telah menyetujui rencana kenaikan harga solar dan minyak tanah berlaku mulai Januari 2016, seperti dilansir Bahrain News Agency kemarin.

Keputusan ini mengikuti jejak Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Negara Kabah ini kemarin menetapkan kenaikan harga bensin berlaku lepas tengah malam tadi.

Lewat pernyataan tertulis, Menteri Energi Bahrain Abdul Husain bin Ali Mirza bilang kenaikan harga dua jenis bahan bakar itu bakal bertahap dalam beberapa tahun ke depan. "(Namun) Bahrain tetap akan mempertahankan kemampuan bersaing dengan negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) lainnya," kata Abdul Husain.

Dia menjelaskan keputusan menaikkan harga solar dan minyak tanah itu sesuai hasil kajian dilakukan komite di lembaga pemerintah terkait dan parlemen ditugaskan mengurusi subsidi dan pendapatan negara. Dia menegaskan kebijakan ini akan menguntungkan bagi perekonomian nasional Bahrain dan kepentingan rakyat.

Bahrain tahun ini juga mencabut subsidi atas harga daging merah dan produk daging unggas.

Melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan tahun lalu mengakibatkan enam negara Arab pengekspor minyak di Teluk Persia - Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman - mengalami defisit. Pencabutan subsidi termasuk salah satu upaya buat mengatasi masalah itu.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mata uang riyal Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Gubernur bank sentral Iran mundur sebab nilai tukar riyal anjlok

Sejak awal pekan ini, nilai tukar merosot menjadi 65 ribu hingga 70 ribu riyal per US$ 1.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

18 Mei 2018

TERSOHOR