bisnis

Turki produsen barang palsu terbesar kedua setelah Cina

Nilainya US$ 10,8 miliar atau hampir Rp 136 triliun, belum termasuk bahan bakar dan tembakau.

05 Februari 2015 13:01

Turki adalah negara produsen dan pasar barang palsu terbesar kedua di dunia setelah Cina. Nilainya US$ 10,8 miliar atau hampir Rp 136 triliun, seperti dilaporkan kantor berita Turki Cihan Selasa lalu.

Menurut badan antipembajakan di the International Chamber of Commerce, angka itu belum termasuk penyelundupan bahan bakar dan tembakau. Kalau kedua komoditas ini ikut dihitung, nilainya menjadi US$ 20 miliar (Rp 252 triliun).

Produk paling sering dibajak di Turki saat ini seperti makanan, minuman, obat kecantikan, suku cadang mobil, barang elektronik, barang-barang rumah tangga, dan kekayaan intelektual, termasuk piranti lunak, musik, serta video.

Lazimnya barang-barang bajakan di Turki itu lantaran tingginya pajak buat produk impor dan kurangnya barang lokal berkualitas bagus. "Tingginya pajak bagi barang-barang impor membuat tidak bisa dibeli oleh konsumen Turki," kata Savas Bozbel, pengajar di Universitas Antalya, Istanbul, Turki, kepada surat kabar Today's Zaman. Alhasil, mereka membeli barang palsu berharga lebih murah ketimbang produk asli."

Pada 2013 polisi Turki menyita barang-barang bajakan bernilai US$ 650 juta, termasuk lebih dari seratus juta bungkus rokok dan 400 ribu telepon seluler.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA setop keluarkan visa bagi 13 negara muslim

Kebijakan ini keluar setelah UEA membina hubungan resmi dengan Israel.

Pesawat Flydubai, maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter)

Flydubai mulai layani rute Dubai-Tel Aviv hari ini

Dua maskapai Israel, El Al dan Israir, akan mulai membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan. 

Kantor pemerintah Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

UEA izinkan orang asing miliki seratus persen saham perusahaan

Aturan itu merupakan bagian dari upaya negara Arab Teluk ini membuka ekonominya bagi semua warga negara asing.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Google akan pasang kabel Internet menghubungkan Arab Saudi dan Israel

Kabel fiber optik Saudi-Israel ini bagian dari proyek pembangunan jaringan Internet global baru dari India sampai Eropa. 





comments powered by Disqus