bisnis

Keluarga kerajaan Arab Teluk miliki rekening rahasia di HSBC Swiss

Mereka antara lain raja dari Yordania, Maroko, dan Oman.

10 Februari 2015 19:11

Sejumlah keluarga kerajaan Arab di Teluk Persia ternyata memiliki rekening rahasia di HSBC Private Bank beroperasi di Kota Jenewa, Swiss.

Informasi terungkap setelah Konsorsium Internasional Wartawan Investigasi (ICIJ) melansir hasil penyelidikan soal rincian rekening-rekening rahasia bernilai US$ 100 miliar atau Rp 1.270 triliun. Hasil investigasi ini juga mengungkap ada skandal lantaran banyak penjahat, penyelundup, dan pengemplang pajak juga memiliki rekening rahasia itu.

Dokumen rahasia ICIJ ini menunjukkan jaringan bank raksasa berkantor pusat di Ibu Kota London, Inggris, dan beroperasi di 74 negara, termasuk negara-negara Arab Teluk, mengambil untung dari berbisnis dengan pemasok senjata, bendahara para diktator, penyelundup berlian, dan jaringan kejahatan internasional lainnya.

Dokumen berperiode 2006-2007 itu menunjukkan beberapa warga Arab Saudi mentransfer US$ 5,8 miliar ke rekening-rekening rahasia di HSBC di Swiss. Itu jumlah terbesar di Timur Tengah dan kesebelas di dunia.

Orang Libanon berada di posisi kedua sebagai pemilik rekening rahasia terbesar senilai US$ 4,8 miliar, disusul Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Turki masing-masing US$ 3,5 miliar.

Menurut laporan ICIJ, keluarga kerajaan Arab Teluk juga termasuk pemilik rekening rahasia. Raja Abdullah dari Yordania membuka rekening di HSBC Swiss pada 2004 menggunakan nama seorang pejabat senior istana. Terdapat US$ 41,8 juta dalam rekening itu pada 2006/2007. Namun tidak disebutkan apa kaitan antara Raja Abdullah dengan rekening rahasia ini.

Para pengacara Raja Abdullah di Amerika Serikat bilang kepada ICIJ sang raja memang bebas dari pajak dan rekening itu untuk keperluan bisnis resmi.

Pangeran Bandar bin Sultan dari Arab Saudi juga menjadi klien HSBC sejak Juni 1999. Mantan duta besar Arab Saudi buat Amerika Serikat ini ikut membantu penjualan senjata senilai US$ 80 miliar dari Inggris ke Arab Saudi pada 1985. ICIJ mengungkapkan Pangeran Bandar mempunyai empat rekening di bank itu senilai US$ 15,6 juta pada 2006/2007.

Pangeran Bandar menolak berkomentar saat dimintai konfirmasi oleh ICIJ.

Lusinan anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi juga mempunyai rekening rahasia di HSBC private Bank Swiss itu.

Putera Mahkota Bahrain Pangeran Salman bin Hamad bin Isa al-Khalifah mempunyai rekening rahasia di sana atas nama dua perusahaan: Vision Macro Fund Ltd. dan Vision Arbitrage Fund Ltd. "Putera mahkota menanamkan modal di mana dia tidak mempunyai kuasa dan tak memperoleh keuntungan dari bebas pajak," ujar seorang juru bicaranya kepada ICIJ.

Sultan Qabus dari Oman, telah menjadi klien HSBC sejak 1974, memiliki kaitan dengan empat rekening bernilai US$ 44,6 juta pada 2006/2007. Dua rekening atas namanya, satu rekening bernomor, dan sisanya atas nama The Yacht Squadron Oman Limited. Sultan Qabus menolak berkomentar soal itu.

Raja Muhammad dari Maroko juga terkait sebuah rekening rahasia HSBC senilai US$ 9,1 juta pada 2006/2007. Anggota keluarga kerajaan Maroko lainnya menjadi klien HSBC pula.

UEA juga disebut dalam laporan investigasi ICIJ itu. Ada 1.702 rekening milik 1.126 warga UEA, 91 persen kepunyaan ekspatriat dan sisanya milik pemegang paspor Emirat. Jumlah terbanyak dari satu rekening kepunyaan warga UEA adalah US$ 800 juta.

Kereta cepat Haramain melayani rute Makkah-Madinah beroperasi mulai 11 Oktober 2018. (Saudi Gazette)

Kereta cepat Makkah-Madinah beroperasi mulai Kamis pekan ini

Dengan kereta Haramain, perjalanan Makkah-Madinah hanya butuh waktu dua jam saja.

Kios buku di Albalad, kawasan kota tua di Ibu Kota Amman, Yordania, April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi, Kuwait, dan UEA simpan US$ 1 miliar di Bank Sentral Yordania

Saudi, Kuwait, dan UEA juga berkomitmen memberikan fulus US$ 500 juta saban tahun selama lima tahun untuk membantu anggaran Yordania.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus