bisnis

Harga energi naik, pendapatan sejumlah perusahaan raksasa Saudi bakal turun

SABIC bilang ongkos produksi tahunan bakal naik sekitar lima persen tahun depan.

02 Januari 2016 05:24

Sejumlah perusahaan raksasa di Arab Saudi telah mengumumkan perkiraan menurunnya pendapatan mereka akibat kenaikan harga bahan bakar, listrik, dan bahan mentah gas alam di negara itu.

Saudi Basic Industries Corp (SABIC), National Industrialization Co (Tasnee), Rabigh Refining and Petrochemical Co (PetroRabigh), dan Yanbu National Petrochemical Co (Yansab) bilang ongkos produksi mereka bakal bertambah ratusan juta riyal.

Saat mengumumkan anggaran 2016 Senin lalu, pemerintah Arab Saudi menyatakan harga bensin naik. Tarif listrik dan air juga bakal megikuti mulai 11 Januari.

Tasnee memperkirakan pendapatan mereka tahun ini turun 190 juta riyal atau kini setara Rp 700,4 miliar. Perusahaan ini menambahkan akan terus mengurangi ongkos produksi dan meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Tasnee bergerak di sektor petrokimia, logam, kimia. Ia merupakan salah satu penghasil titanium terbesar di dunia lewat anak perusahaannya, Cristal.

PetroRabigh memprediksi kenaikan harga energi itu bakal memiliki dampak negatif secara keuangan bagi mereka sebesar 300 juta riyal (Rp 1,1 triliun).

PetroRabigh adalah perusahaan patungan antara Saudi Aramco dan Sumitomo Chemical dari Jepang.

Yansab mengatakan kenaikan harga bahan bakar dan listrik akan meningkatkan ongkos produksi mereka 6,5 persen tahun depan. Mereka mengatakan keuntungan perusahaan juga bakal berkurang mulai kuartal pertama tahun ini. Karena itu, Yansab berusaha mengurangi dampak negatif itu dengan meningkatkan efisiensi dan memotong pengeluaran.

SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar sejagat, pun bernasib serupa. Mereka bilang ongkos produksi tahunan bakal naik sekitar lima persen tahun depan. Harga saham mereka pun diprediksi turun mulai kuartal pertama 2016.

Lewat pernyataan tertulis, Saudi Cement Co memperkirakan ongkos produksi bakal menanjak hingga 68 juta riyal (Rp 250,7 miliar) tahun depan. Di lain pihak, Saudi Arabia Fertilisers Co (SAFCO) bilang ongkos produksi mereka kemungkinan naik sampai delapan persen pada 2017.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus