bisnis

Privatisasi bandar-bandar udara di Arab Saudi terbuka bagi investor asing

"Tidak ada kewajiban menggandeng investor lokal. Itu tergantung perusahaan bersangkutan," kata Wakil Kepala GACA Faisal as-Sugair.

06 Januari 2016 03:31

Perusahaan-perusahaan asing diizinkan berinvestasi di bandar-bandar udara akan diprivatisasi di Arab Saudi, meski tanpa menggandeng investor lokal.

"Semua perusahaan dan operator dari luar negeri, memenuhi persyaratan, bisa berpartisipasi," kata Wakil Kepala GACA (otoritas penerbangan sipil Arab Saudi) Faisal as-Sugair kepada wartawan kemarin di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. "Tidak ada kewajiban menggandeng investor lokal. Itu tergantung perusahaan bersangkutan."

Dia menambahkan investasi lokal di sejumlah bandar udara dipatok maksimal 25 persen untuk memastikan operator asing mayoritas.

Negara Kabah itu berencana menswastanisasi seluruh bandar udaranya, baik berskala domestik dan internasional, paling lambat 2020. Dalam proses itu, beberapa bandar udara awalnya akan dijadikan sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Sugair bilang Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Riyadh bakal dijadikan BUMN pada kuartal pertama tahun ini. Namun Terminal 5 baru dibangun akan dijalankan oleh Otoritas Bandar Udara Dublin sebagai konsesi sebelum seluruh Bandar Udara Raja Khalid diprivatisasi.

Sugair mengatakan sebuah operator internasional juga akan diberi kontrak untuk mengoperasikan Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah.

Bandar Udara Internasional Raja Fahad di Kota Dammam juga akan dijadikan BUMN di kuartal ketiga 2017 sebelum diswastanisasi.

GACA pertama kali mengumumkan rencana privatisasi itu, termasuk menara pengawas dan unit-unit teknologi informasi, November tahun lalu.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus