bisnis

Pangeran Al-Walid batalkan rencana investasi di Iran

Dia juga telah menghentikan semua rute penerbangan Flynas ke Iran.

06 Januari 2016 18:02

Konglomerat asal Arab Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal kemarin bilang dia telah membatalkan rencana berinvestasi di Iran, menyusul memburuknya hubungan kedua negara setelah Arab Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah Syekh Nimr Baqir an-Nimr.

"Saya membatalkan studi atas semua proyek dan investasi di Iran," tulis Pangeran Al-Walid di akun Twitternya. Orang paling tajir di Timur Tengah, berharta US$ 26,1 miliar atau kini setara Rp 364 triliun versi Forbes tahun lalu, ini juga menolak permintaan duta besar Iran untuk Arab Saudi untuk bertemu dirinya.

Dia juga telah menghentikan semua rute penerbangan Flynas ke Iran. Pemilik Kingdom Holding Company ini menguasai 34 persen saham di maskapai murah itu.

Pangeran Al-Walid telah memicu kehebohan global setelah Ramadan tahun lalu mengumumkan bakal menyumbangkan seluruh hartanya untuk kegiatan kemanusiaan dan peradaban manusia.

Arab Saudi Ahad malam lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran setelah kedutaan besarnya di Teheran dirusak dan dibakar demonstran. Bahrain dan Sudan mengambil langkah serupa.

Sedangkan Uni Emirat Arab menurunkan level hubungan diplomatik dengan Iran dari duta besar menjadi kuasa usaha. Kuwait ikut memulangkan duta besarnya dari Teheran.

Kereta cepat Haramain melayani rute Makkah-Madinah beroperasi mulai 11 Oktober 2018. (Saudi Gazette)

Kereta cepat Makkah-Madinah beroperasi mulai Kamis pekan ini

Dengan kereta Haramain, perjalanan Makkah-Madinah hanya butuh waktu dua jam saja.

Kios buku di Albalad, kawasan kota tua di Ibu Kota Amman, Yordania, April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi, Kuwait, dan UEA simpan US$ 1 miliar di Bank Sentral Yordania

Saudi, Kuwait, dan UEA juga berkomitmen memberikan fulus US$ 500 juta saban tahun selama lima tahun untuk membantu anggaran Yordania.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus