bisnis

Arab Saudi naikkan tarif air dan listrik mulai hari ini

Detail tarif baru itu belum diumumkan.

11 Januari 2016 01:29

Kementerian Air dan Listrik Arab Saudi mulai hari ini menerapkan tarif baru atas layanan air dan listrik. Namun berapa kenaikan itu belum ada penjelasan.

Pengumuman kenaikan tarif dua layanan itu diumumkan Menteri Air dan Listrik Abdullah al-Husayin dua pekan lalu, bersamaan dengan keputusan kabinet menaikkan harga bensin.

Sejumlah sumber mengungkapkan tagihan akan dikeluarkan saban bulan, bukan tiga bulan seperti sebelumnya. Hal ini buat mengurangi beban pelanggan.

Bagi pelanggan mengonsumsi air kurang dari 30 meter kubik sebulan cuma mesti membayar 24 riyal atau kini setara Rp 89 ribu.

Defisit anggaran lantaran melorotnya harga minyak mentah global memaksa Arab Saudi mencabut subsidi atas beragam layanan publik.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.





comments powered by Disqus