bisnis

GCC berlakukan pajak 100 persen atas minuman energi dan produk tembakau

Keputusan ini bakal berlaku mulai awal tahun depan.

11 Januari 2016 09:30

Enam negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - telah memutuskan bakal memberlakukan pajak seratus persen terhadap produk tembakau, minuman energi dan minuman ringan.

Pajak itu akan berlaku seragam di enam negara itu, yakni seratus persen buat produk tembakau dan minuman energi, serta 50 persen untuk minuman ringan, seperti dilansir media setempat kemarin.

Keputusan pemberlakukan pajak ini akan diteken pertengahan tahun ini dan disetujui berlaku awal tahun depan.

Melorotnya harga minyak mentah global telah menyebabkan enam negara anggota GCC merupakan pengekspor minyak mengalami defisit. Alhasil, mereka mencari cara buat mengurangi tekanan terhadap anggaran, termasuk mencabut subsidi dan menerapkan pajak pertambahan nilai.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait diprediksi defisit US$ 21 miliar

Cadangan devisa Kuwait saat ini diperkirakan lebih dari US$ 600 miliar.

Sinagoge di Ibu Kota Manama, Bahrain, satu-satunya rumah ibadah Yahudi di negara Arab Teluk tersebut. (Al-Arabiya)

Tiga negara Arab Teluk talangi defisit Bahrain

Bahrain tahun lalu mengalami defisit US$ 5 miliar dan tahun ini diperkirakan US$ 3,5 miliar.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait prediksi alami defisit hampir US$ 17 miliar tahun depan

Anggaran itu disusun dengan asumsi harga minyak mentah dunia US$ 50 barel per hari.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

Oman tunda penerapan VAT hingga 2019

Oman diprediksi mengalami defisit tahun ini tiga miliar riyal.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Importir Turki batalkan pembelian iPhone senilai US$ 50 juta

Dalam satu dasawarsa terakhir, diperkirakan lebih dari sepuluh juta warga Turki telah membeli beragam produk iPhone. Total penjualan iPhone sebesar US$ 7 miliar.

17 Agustus 2018

TERSOHOR