bisnis

GCC berlakukan pajak 100 persen atas minuman energi dan produk tembakau

Keputusan ini bakal berlaku mulai awal tahun depan.

11 Januari 2016 02:30

Enam negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - telah memutuskan bakal memberlakukan pajak seratus persen terhadap produk tembakau, minuman energi dan minuman ringan.

Pajak itu akan berlaku seragam di enam negara itu, yakni seratus persen buat produk tembakau dan minuman energi, serta 50 persen untuk minuman ringan, seperti dilansir media setempat kemarin.

Keputusan pemberlakukan pajak ini akan diteken pertengahan tahun ini dan disetujui berlaku awal tahun depan.

Melorotnya harga minyak mentah global telah menyebabkan enam negara anggota GCC merupakan pengekspor minyak mengalami defisit. Alhasil, mereka mencari cara buat mengurangi tekanan terhadap anggaran, termasuk mencabut subsidi dan menerapkan pajak pertambahan nilai.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar proyeksikan defisit Rp 134 triliun pada 2021

Qatar menyusun anggaran 2021 dengan proyeksi harga minyak mentah global senilai US$ 40 per barel.   

Ibu Kota Muskat, Oman. (Gulf Business)

Oman akan berlakukan pajak penghasilan mulai 2022

IMF memperkirakan Oman tahun ini mengalami defisit 19 persen.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.





comments powered by Disqus