bisnis

Saudi Aramco pertimbangkan jual sahamnya di perusahaan kilang patungan

"Pemerintah tidak akan pernah melepaskan mahkota permatanya," kata seorang bankir senior.

11 Januari 2016 20:13

Arab Saudi tengah mempertimbangkan menjual saham-sahamnya di perusahaan kilang patungan dengan asing, bukan melepas saham di perusahaan induk Saudi Aramco, bergerak di sektor eksplorasi minyak mentah dan operasi produksi, kata sejumlah sumber.

Sumber-sumber itu mengungkapkan beberapa manajer Saudi Aramco telah diberitahu perusahaan hanya akan menjual saham di anak-anak perusahaan patungan dengan asing, baik ada di dalam dan di luar negeri.

Seorang sumber mengatakan salah satu pilihan tengah dipikirkan adalah menciptakan sebuah perusahaan induk akan menggabungkan semua saham Saudi Aramco di anak-anak perusahaan patungan. Dia menambahkan saham di perusahaan induk, Saudi Aramco tidak akan dilepas.

Dalam wawancara khusus dengan majalah the Economist dilansir Kamis pekan lalu, Wakil Putera Mahkota sekaligus Ketua Dewan Kebijakan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengisyaratkan penjualan saham Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas terbesar sejagat milik pemerintah negara Kabah itu.

Rencana pelepasan saham Saudi Aramco itu merupakan bagian dari program privatisasi dilakukan Arab Saudi untuk menaikkan pendapatan lantaran melorotnya harga minyak mentah global.

Sejumlah sumber dekat dengan Saudi Aramco membenarkan Arab Saudi tidak mungkin melepas saham di perusahaan induk itu. "Pemerintah tidak akan pernah melepaskan mahkota permatanya," kata seorang bankir senior di Ibu Kota Riyadh.

Kemungkinan besar pemerintah Arab Saudi akan menjual anak-anak perusahaan Saudi Aramco di sektor kilang dan petrokimia, nilainya diperkirakan puluhan miliar dolar.

Contoh akan hal ini sudah ada. PetroRabigh 2380, perusahaan kilang dan petrokimia patungan antara Aramco dan Sumitomo Chemical dari Jepang, melepas saham perdana di bursa Riyadh pada 2008. Aramco dan Sumitomo masing-masing memiliki 37,5 persen saham di PetroRabigh 2380.

Hingga kini belum jelas anak perusahaan patungan mana akan dijual sahamnya, tapi pilihannya beragam.

Di dalam negeri terdapat SASREF, perusahaan kilang patungan dengan Royal Dutch Shell di Jubail; SAMREF, perusahaan kilang patungan dengan ExxonMobil di Yanbu; dan YASREF, perusahaan kilang patungan dengan China Petrochemical Corp. YASREF sudah bilang bakal melepas sahamnya di bursa Saudi.

Anak perusahaan Aramco di luar negeri antara lain S-Oil di Korea, perusahaan kilang patungan dengan Exxon dan Sinopec di Fujian, Cina, dan Motiva, perusahaan kilang patungan dengan Shell di Amerika Serikat.

"(Jadi rencana) ini masih dalam tahap sangat awal," kata seorang sumber.

Penjualan saham patungan ini juga bisa bermasalah bila rekanan asing Aramco dalam perusahaan itu tidak setuju. Seorang sumber di dunia industri mengatakan belum ada rekanan asing Aramco belum diajak berkonsultasi soal gagasan ini.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Tiga alasan IPO Aramco bakal ditunda

IPO lima persen saham Aramco, merupakan inti dari Visi Saudi 2030 untuk mengembangkan perekonomian non-minyak, diprediksi bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arabian Business)

IPO Aramco mungkin ditunda jadi tahun depan

"London selalu menjadi tujuan menarik bagi modal dari seluruh dunia," kata Khalid al-Falih.

CEO Russia Direct Investmen Fund Kirill Dmitriev. (Arabian Business)

Rusia dan Cina patungan buat beli saham Aramco

Aramco akan melakoni IPO di semeter kedua tahun ini. Itu diyakini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah karena diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

Menteri energi Saudi sebut nilai IPO Aramco ditentukan pasar

Arab Saudi mempunyai cadangan minyak sebanyak 260 miliar barel.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

18 Mei 2018

TERSOHOR