bisnis

Bahrain naikkan harga bensin mulai besok

Bahrain sebelumnya menghapus subsidi atas daging merah dan produk unggas.

11 Januari 2016 22:14

Kabinet Bahrain telah memutuskan untuk menaikkan harga bensin, seperti dilansir kantor berita resmi BNA hari ini.

Harga baru itu adalah untuk bensin super 160 fils dinar atau kini setara Rp 5.889 dari harga sebelumnya 100 fils (Rp 3.681). Sedangkan bensin biasa dari 90 fils dinar (Rp 3.312) naik menjadi 125 fils (Rp 4.601). Harga baru ini mulai berlaku besok.

Seperti negara-negara Arab Teluk lainnya, Bahrain sudah bertahun-tahun memberikan subsidi dalam jumlah besar terhadap barang dan layanan, seperti pangan, bahan bakar, air, dan listrik. Kebijakan ini untuk menentramkan rakyat.

Namun sejak harga minyak mentah global melorot pertengahan 2014, anggaran Bahrain defisit. Alhasil, subsidi memberatkan anggaran negara.

Bahrain sebelumnya menghapus subsidi atas daging merah dan produk unggas.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Harga sahamnya terus meroket, valuasi Aramco sempat tembus US$ 2 triliun

Aramco menjanjikan pembagian dividen untuk para investor paling sedikit US$ 75 miliar per tahun hingga 2024.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saham Aramco mulai diperdagangkan di Bursa Saudi

Harga saham perusahaan minyak dan gas Saudi itu tadinya 32 riyal per lembar naik menjadi 35,2 riyal hanya dalam beberapa detik setelah mulai diperdagangkan di Tadawul

Sinagoge di Ibu Kota Manama, Bahrain, satu-satunya rumah ibadah Yahudi di negara Arab Teluk tersebut. (Al-Arabiya)

Tiga negara Arab Teluk talangi defisit Bahrain

Bahrain tahun lalu mengalami defisit US$ 5 miliar dan tahun ini diperkirakan US$ 3,5 miliar.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.





comments powered by Disqus