bisnis

Pebisnis Indonesia jadi pembicara dalam konferensi perdagangan di Israel

"Para pebisnis Indonesia mengetahui apa yang dibutuhkan pasar, mereka juga tahu kami (Israel) bisa mengisi kebutuhan itu," kata Cohen. "Jadi mereka senang berbisnis dengan kami."

15 Januari 2016 07:58

Dari sembilan pembicara dalam konferensi perdagangan internasional digelar Rabu lalu di Hotel Hilton di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pengusaha asal Indonesia paling ditunggu 600-an eksportir dan investor Israel hadir dalam acara itu.

Dia adalah Patrick Walujo, salah satu pendiri Northstar Group, dibentuk pada 2003 dan kini menjadi salah satu perusahaan investasi swasta terbesar di Indonesia. Northstar sejauh ini telah menggelontorkan US$ 2 miliar di beragam sektor, termasuk, energi, layanan keuangan, konsumen dan ritel, industri dan komunikasi.

Walujo diberi waktu setengah jam untuk menyampaikan materi bertajuk "Perekonomian paling cepat pertumbuhannya dan paling menarik di dunia". Dia mendapat kesempatan satu giliran sebelum sesi penutup.

Menurut seorang pengusaha Israel hadir dalam konferensi itu, Walujo hanya berpidato 15 menit. Sisanya dia pakai untuk sesi tanya jawab.

Walujo, terpilih sebagai pengusaha muda terbaik pada 2009 versi Ernst & Young, menyampaikan soal bisnis transportasi aplikasi daring, seperti go-jek, dan invetsasi serupa dilakoni perusahaannya. Dia menjelaskan pula program pembangunan pemerintah, terutama di sektor infrastruktur.

"Dia memandang teknologi pertanian sebagai salah satu wilayah berpotensi besar buat investasi," kata sumber itu kepada Albalad.co melalui WhatsApp Rabu malam.

Dia menambahkan ketika ditanya soal dukungan pemerintah dalam hubungan dagang Indonesia-Israel, Walujo mengaku tidak tahu. "Dia bilang dia orang biasa," ujarnya.

Acara Rabu lalu itu merupakan konferensi perdagangan internasional kedua, setelah digulirkan tahun lalu, digelar Asosiasi Perdagangan Luar Negeri (FTA) di Kementerian Perekonomian Israel.

Sebelum berpidato, dia meminta kepada media Israel meliput untuk tidak menulis nama dan perusahaannya karena sensitif. "Anda tidak pernah tahu siapa bakal membaca berita ini," ucap seorang pejabat Israel mengatur kedatangan Patrick Walujo, seperti dilansir Times of Israel Rabu lalu. "Cukup sulit untuk mendatangkan dia ke Israel. Kami tidak mau bertanggung jawab atas bahaya dia hadapi sepulang dia ke Indonesia."

Meski tidak memiliki hubungan diplomatik, hubungan dagang Indonesia-Israel sudah berlangsung sejak zaman Orde Baru, termasuk pembelian pesawat tempur, senjata, dan pelatihan militer. Hubungan ekonomi kian berkembang saat Presiden Abdurrahman Wahid berkuasa. Dia mencabut larangan hubungan dagang antara pengusaha Indonesia dan Israel.

Sejauh ini Israel memiliki kantor perwakilan dagang di 41 negara, kebanyakan di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Cina, India, Brasil, Australia, Jepang, Meksiko, dan sejumlah negara Amerika Latin lainnya.

Hubungan dagang dan investasi dengan Indonesia dilakukan lewat Kedutaan Besar Israel di Singapura. Pejabat terkait di Kedutaan Israel kerap bolak balik Jakarta buat membantu mengatur perjanjian bisnis perusahaan Israel ingin masuk ke Indonesia.

Bahkan ada Kantor Dagang Israel-Indonesia beroperasi secara rahasia lewat Internet untuk membantu pengusaha kedua negara menjalin hubungan bisnis.

Walujo pun mengakui hubungan dagang dan investasi itu sudah terjalin erat. "Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi cepat banyak memerlukan sektor di mana teknologi Israel telah membikin terobosan penting, seperti teknologi pertanian," tutur sarjana sains lulusan dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, ini.

Mantan Wakil Presiden Senior di Pacific Century Ventures Ltd., Tokyo, itu menjelaskan banyak layanan dan produk masih belum maksimal masuk ke pasar Indonesia. Dia mencontohkan hanya 26 persen rakyat Indonesia mempunyai telepon seluler cerdas dan cuma 36 persen memiliki rekening bank.

Walujo bilang satu persoalan besar dihadapi Indonesia adalah 60 persen dari total ekspor Indonesia berupa komoditas sumber daya alam, seperti batu bara dan minyak sawit. Dia mengungkapkan pemerintah kini berupaya mendorong tumbuhnya perusahaan rintisan bidang teknologi informasi dan perusahaan berteknologi mutakhir.

Di sanalah Israel bisa masuk. "Israel adalah negara dijejali perusahaan teknologi dan kami adalah pengguna paling besar teknologi maju, seperti data dan sektor-sektor lain di mana Israel ahlinya," tutur Walujo. "Teknologi pertanian selalu menjadi kebutuhan."

Dia menambahkan Israel juga bisa memasuki pasar Indonesia di sektor teknologi medis, telepon seluler, dan layanan keuangan.

Kepala FTA Ohad Cohen mengatakan hubungan dagang Indonesia-Israel saban tahun mencapai ratusan juta dolar Amerika. Sebagai anggota WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), Indonesia tidak memiliki masalah hukum buat menjalin hubungan ekonomi dengan Israel karena WTO melarang memboikot negara anggotanya.

"Para pebisnis Indonesia mengetahui apa yang dibutuhkan pasar, mereka juga tahu kami (Israel) bisa mengisi kebutuhan itu," kata Cohen. "Jadi mereka senang berbisnis dengan kami."

Meski begitu, Cohen mengakui politik menjadi ganjalan. Pemerintah Indonesia menolak membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu sampai Palestina benar-benar merdeka. Rakyat Indonesia pun menganggap Israel sebagai musuh karena menjajah Palestina.

Tapi sebagai pengusaha, Patrick Walujo sadar fulus tidak mengenal perbedaan ideologi dan politik. Meski sensitif, dia datang dan bahkan ditemani seorang mantan menteri.

Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah. (Arabian Business)

Bahrain akan berlakukan VAT akhir tahun ini

Bahrain bakal kembali mengurangi subsidi atas bahan bakar, makanan, dan jasa.

Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Arab News)

Saudi batalkan kesepakatan dengan Changi buat kelola bandar udara baru di Jeddah

Changi Airports International pada 2 Mei 2017 menyebutkan pihaknya telah mendapat izin untuk mengoperasikan Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru selama 20 tahun.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Arabian Business)

Saudi Arabian Airlines tidak lagi dapat subsidi

Maskapai ini berencana lakoni IPO sebelum akhir 2020.

Sekumpulan unta di sebuah gurun di Yordania. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perusahaan UEA bikin susu unta buat bayi

Bisa dikonsumsi bayi berusia 1-3 tahun, terutama yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi.





comments powered by Disqus