bisnis

Tolak penumpang Israel, Kuwait Airways tutup rute New York-London

Qatar Airways dan Saudi Arabian Airlines diduga menerapkan kebijakan serupa.

16 Januari 2016 15:30

Kuwait Airways akan mengoperasikan penerbangan terakhir untuk rute menghubungkan Kota New York (Amerika Serikat) dan Ibu Kota London, Inggris. Keputusan ini diambil karena maskapai milik pemerintah Kuwait itu menolak mengangkut penumpang Israel.

Departemen Transportasi Amerika Serikat September tahun lalu menemukan bukti Kuwait Airways memiliki kebijakan tidak mengangkut penumpang berpaspor Israel. Mereka meminta diskriminasi ini dihapuskan. Namun Kuwait Airways bulan lalu mengumumkan bakal menyetop rute New York-London.

Tapi keputusan itu tidak berlaku pada penerbangan tanpa henti rute New York-Kuwait City, sebanyak tiga kali sepekan dari Bandar Udara Internasional John F. Kennedy. Sebab, warga negara Israel tidak dibolehkan melawat ke Kuwait dan tidak akan diberi visa.

Departemen Transportasi Amerika menyebut kebijakan anti-Israel oleh Kuwait Airways itu tidak beralasan. Karena pemegang paspor Israel secara hukum berhak bepergian antara Amerika Serikat dan Inggris. "Sebuah maskapai tidak berhak menolak menjual tiket dan mengangkut seseorang antara Amerika Serikat dan negara ketiga karena hak itu dijamin beleid Amerika," kata juru bicara Departemen Transportasi Amerika Namrata Kolachalam.

Departemen Transportasi Amerika bilang mereka juga tengah menyelidiki kebijakan serupa dilakukan Qatar Airways dan Saudi Arabian Airlines.

Kuwait membuka rute New York-London sejak 1980 dengan jadwal penerbangan Sabtu, Selasa, dan Kamis. Dari London, menurut seorang agen Kuwait Airways, penerbangan dilanjutkan ke Kuwait City.

Kebijakan diskriminatif itu meruap setelah warga negara Israel bernama Eldad Gatt pada 2013 ingin memesan tiket Kuwait Airways secara daring dari New York menuju Bandar Udara Internasional Heathrow di London. Rupanya sistem pemesanan itu menolak transaksi lantaran kewarganegaraan Gatt.

Para pengacara Kuwait Airways bilang kebijakan itu berdasarkan hukum berlaku di Kuwait, yakni melarang perusahaan domestik berbisnis dengan warga negara Israel. Mereka menegaskan Kuwait Airways tidak menerapkan kebijakan serupa terhadap pemegang paspor dari negara-negara diakui oleh Kuwait. Kuwait Airways juga tidak melakukan diskriminasi atas dasar ras atau agama.

Ini bukan kasus pertama dalam dunia penerbangan. Pada 2013, Bill de Blasio, tengah berkampanye untuk pemilihan wali kota New York, bilang Saudi Arabian Airlines menolak menjual tiket kepada warga negara Israel ingin terbang dari kota itu.

Dua pekan lalu, maskapai asal Yunani Aegean Airlines mengusir dua lelaki Palestina dari pesawat karena keduanya ditolak oleh sejumlah penumpang Israel. Aegean Airlines kemudian meminta maaf atas insiden ini.

Menteri Keuangan Bahrain Syekh Ahmad bin Muhammad al-Khalifah. (Arabian Business)

Bahrain akan berlakukan VAT akhir tahun ini

Bahrain bakal kembali mengurangi subsidi atas bahan bakar, makanan, dan jasa.

Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Arab News)

Saudi batalkan kesepakatan dengan Changi buat kelola bandar udara baru di Jeddah

Changi Airports International pada 2 Mei 2017 menyebutkan pihaknya telah mendapat izin untuk mengoperasikan Bandar Udara Raja Abdul Aziz baru selama 20 tahun.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Arabian Business)

Saudi Arabian Airlines tidak lagi dapat subsidi

Maskapai ini berencana lakoni IPO sebelum akhir 2020.

Sekumpulan unta di sebuah gurun di Yordania. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perusahaan UEA bikin susu unta buat bayi

Bisa dikonsumsi bayi berusia 1-3 tahun, terutama yang alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi.





comments powered by Disqus