bisnis

Kuwait berencana berlakukan pajak pendapatan, perusahaan, dan penjualan

HSBC merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Kuwait tahun ini menjadi 1,9 persen dari sebelumnya 2,1 persen.

21 Januari 2016 10:38

Lewat pernyataan tertulis, Menteri Keuangan Kuwait Anas as-Saleh hari ini bilang pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan pajak pendapatan, perusahaan, dan pajak penjualan. Langkah ini diambil lantaran merosotnya pendapatan negara akibat terus melorotnya harga minyak mentah global.

Anas menambahkan negara juga mesti menaikkan tarif layanan publik dan memotong belanja pemerintah.

Pernyataan ini sesuai seruan Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad as-Sabah. Dia kemarin mendesak pengurangan anggaran untuk mengatasi defisit. "Pemerintah dan rakyat harus bertanggung jawab buat mengurangi pengeluaran," kata Syekh Sabah, seperti dilansir kantor berita resmi Kuwait News Agency

Pendapatan Kuwait dari minyak turun hingga 45 persen dalam sebelas bulan pertama tahun lalu, dengan harga minyak Brent jatuh 22 persen pada periode sama.

Merosotnya pendapatan itu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. HSBC merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Kuwait tahun ini menjadi 1,9 persen dari sebelumnya 2,1 persen. HSBC memperkirakan Kuwait bakal mengaami defisit tahun ini setelah beberapa tahun belakangan surplus hingga 35 persen.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait defisit Rp 154 triliun

Pengeluaran untuk gaji pegawai negeri dan subsidi meliputi 75 persen dari total anggaran belanja negara.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait proyeksikan defisit US$ 25 miliar untuk anggaran belanja mendatang

Rencana anggaran ini disusun berdasarkan asumsi harga minyak dunia US$ 55 per barel.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait diprediksi defisit US$ 21 miliar

Cadangan devisa Kuwait saat ini diperkirakan lebih dari US$ 600 miliar.





comments powered by Disqus