bisnis

Arab Saudi tidak akan kurangi produksi minyak

"Jika harga terus merosot, kami akan mampu bertahan dalam jangka lama," tutur Chairman Saudi Aramco Khalid al-Falih.

24 Januari 2016 00:04

Chairman Saudi Aramco Khalid al-Falih menegaskan negaranya tidak akan mengurangi produksi untuk menaikkan harga minyak mentah global.

"Kami tidak akan memotong produksi kami untuk memberi kesempatan kepada pihak lain," kata Falih dalam sebuah diskusi panel dipandu John Defterios dari CNN, di sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Arab Saudi adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia - menghasilkan sekitar 10,3 juta barel sehari - dan merupakan pengekspor minyak utama. "Ini adalah posisi telah kami capai...kami tidak akan melepaskan posisi itu kepada orang lain," ujatnya.

Meski begitu, Falih mengiyakan bakal bekerja sama dengan produsen lain jika ada penyelesaian jangka pendek buat mengatasi harga minyak terus melorot.

Harga minyak dunia menukik ke angka US$ 27 per barel dari US$ 100 hanya dalam 18 bulan. Dia menilai harga ini tidak masuk akal, namun dia memperkirakan harga emas hitam itu tidak bakal menanjak dalam waktu dekat.

"Jika harga terus merosot, kami akan mampu bertahan dalam jangka lama," tutur Falih. "Tentu saja kami berharap itu tidak akan terjadi."

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair mengatakan kepada CNN, strategi minyak negara Kabah itu diatur oleh permintaan dan pasokan. "Kami membiarkan pasar menentukan keseimbangan. Apa yang kita saksikan sekarang adalah harga pasar."

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 

Serangan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman pada 13 April 2021 menghancurkan kilang minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Screenshot YouTube)

Serangan Al-Hutiyun hancurkan kilang Aramco di Jeddah

Sejak berperang dengan Al-Hutiyun pada Maret 2015, Saudi keteteran dan hampir saban hari menjadi target serangan oleh milisi sokongan Iran itu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Pengebom nirawak Al-Hutiyun ledakkan tangki minyak Aramco di Jazan

Serangan itu sempat menghentikan penerbangan menuju Dammam dan Jeddah.





comments powered by Disqus