bisnis

Kuwait berencana naikkan produksi minyak jadi empat juta barel sehari

KPC akan berinvestasi US$ 100 miliar untuk lima tahun ke depan.

26 Januari 2016 19:59

CEO KPC (Kuwait Petroleum Corporation) Nizar al-Adsani bilang pihaknya berencana menaikkan produksi minyak mentah menjadi empat juta barel sehari paling lambat 2020.

Karena itu, menurut dia, KPC akan menggelontorkan dana investasi US$ 100 miliar untuk lima tahun ke depan. Investasi ini untuk proyek kilang, petrokimia, dan peningkatan kapasitas produksi.

"Pasar dunia akan membutuhkan 5-6 juta barel sehari minyak mentah baru per tahun," kata Adsani dalam konferensi soal energi di Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. "Ini menunjukkan pentingnya untuk melanjutkan investasi agar pasokan pasar stabil dan buat menghindari fluktuasi harga minyak."

Dia menambahkan KPC menyadari bakal berisiko besar jika tidak berinvestasi. "Kami sudah merencanakan investasi US$ 100 miliar untuk lima tahun mendatang," ujar Adsani. "Setengah dari anggaran itu sudah disiapkan untuk proyek-proyek spesifik."

Kuwait bareng negara produsen minyak di Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, mensponsori OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) untuk menolak pembatasan produksi minyak. Langkah ini diambil dalam pertemuan OPEC pada 4 Desember lalu untuk memukul produsen minyak berbiaya tinggi, seperti Rusia dan Amerika Serikat.

Kuwait, produsen minyak nomor empat terbesar di OPEC, memiliki cadangan minyak 101,5 miliar barel. Produksi emas hitam negara ini naik hingga 50 ribu barel ke angka 2,9 juta barel sehari Desember tahun lalu, menurut data dikumpulkan Bloomberg.

Infrastruktur milik Qatargas, produsen gas alam cair terbesar di dunia milik pemerintah Qatar. (Arabian Oil and Gas)

Qatar akan pasok tiga juta ton LNG per tahun ke Kuwait

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

Fasilitas milik Kuwait Petroleum Corporation. (Arabian Business)

Kuwait Petroleum akan gelontorkan US$ 500 miliar untuk naikkan kapasitas produksi

Produksi minyak mentah Kuwait saat ini sekitar 3,15 juta barel sehari.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Lobi Putin dan kesepakatan OPEC

Indonesia membekukan keanggotaannya di OPEC.

Khalid al-Falih, Chairman Saudi Aramco sekaligus Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. (Arab News)

OPEC sepakati pengurangan produksi minyak

Kesepakatan ini berlaku mulai Januari 2017.





comments powered by Disqus