bisnis

Beleid baru Oman akan izinkan kepemilikan asing seratus persen

Batas modal minimal 150 ribu riyal bagi investor luar negeri ingin membuka usaha di Oman dihapus.

29 Januari 2016 17:06

Undang-undang investasi asing baru Oman tengah digodok bakal mengizinkan kepemilikan asing seratus persen, seperti dilansir surat kabar Times of Oman Rabu lalu.

Beleid berlaku sekarang mewajibkan investor asing memberikan saham kepada rekanan lokal paling sedikit 35 persen.

Beleid itu juga akan menghapus batas modal minimal 150 ribu riyal Oman atau kini setara US$ 389 ribu bagi investor luar negeri ingin membuka usaha di negara itu. Akta baru itu nantinya bakal pula membolehkan pemberian keringanan pajak.

Kementerian Perdagangan dan Industri Oman telah menyelesaikan rancangan ketiga dari beleid investasi asing itu, bekerja sama dengan Bank Dunia. Langkah ini untuk mendorong naiknya nilai investasi luar negeri di Oman, di tengah defisit melanda negara Arab Teluk itu akibat anjloknya harga minyak dunia.

Oman memproyeksikan defisit 3,3 miliar riyal Oman (US$ 8,6 miliar) tahun ini.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

Oman tunda penerapan VAT hingga 2019

Oman diprediksi mengalami defisit tahun ini tiga miliar riyal.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.

Ilustrasi VAT (pajak pertambahan nilai. (Arabian Business)

Oman bisa raup US$ 1 miliar setahun dari VAT

Enam negara anggota GCC berencana berlakukan VAT mulai Januari 2018.





comments powered by Disqus