bisnis

Oman gandeng Iran bangun pabrik mobil

Total investasi sekitar US$ 200 juta. Pabrik ini diperkirakan mulai beroperasi tahun depan.

30 Januari 2016 06:33

OIF (Dana Investasi Oman) telah meneken nota kesepahaman dengan pabrik mobil terbesar di Iran, Iran Khodro Industrial Group, untuk mempelajari rencana membangun pabrik mobil di Oman.

Secara tradisional, Oman memiliki hubungan lebih dekat dengan Iran dibanding negara-negara Arab Teluk lainnya.

Khalid al-Yahmadi, Direktur Sumber Daya, Manufaktur, dan Logistik OIF Rabu lalu bilang kepada kantor berita Reuters, pihaknya dan Khodro sepakat membikin perusahaan patungan, Orchid International Auto, akan membangun pabrik mobil di Duqm, kota pelabuhan di selatan Oman.

Sebanyak 60 persen saham dalam perusahaan patungan itu menjadi milik OIF, 20 persen kepunyaan Khodro, dan sisanya dikuasai investor Oman Isa ar-Riyami.

Yahmadi menjelaskan pabrik mobil itu nantinya bermula sebagai tempat perakitan dan secara bertahap bakal memproduksi mobil. Tapi dia tidak menyebutkan jenis mobil akan diproduksi.

"Total investasi diperkirakan US$ 200 juta untuk seluruh tahapan," kata Yahmadi. Dia menambahkan studi kelayakan akan selesai dalam beberapa bulan dan dia berharap proses pembangunan pabrik mobil itu bisa dimulai akhir tahun ini.

Afshin Dastani, mengaku sebagai manajer di Orchid International Auto, mengatakan pembangunan pabrik mobil di Duqm akan membutuhkan waktu setahun. Dia memperkirakan pabrik akan mulai berproduksi paling lambat 2017.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perlu empat tahun bagi Emirates buat melayani kembali semua rutenya

Emirates, terbang ke 157 kota di 83 negara sebelum ada pandemi Covid-19, memarkir semua pesawat penumpangnya Maret lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.





comments powered by Disqus