bisnis

Wijaya Karya masuki pasar konstruksi Arab Saudi

Perusahaan berpelat merah ini memperkirakan bisa memperoleh kontrak proyek di Saudi lebih dari US$ 200 juta selama 2016.

01 Februari 2016 01:37

PT Wijaya Karya, perusahaan milik pemerintah Indonesia bergerak di sektor konstruksi, memasuki pasar Arab Saudi setelah Sabtu lalu meneken perjanjian kerja sama dengan perusahaan konstruksi asal negara Kabah itu, Adil Makki Contracting, di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Kemitraan itu disepakati setelah Wijaya Karya tahun lalu mendapat izin dari SAGIA (Otoritas Investasi Umum Arab Saudi) untuk masuk ke pasar domestik Arab Saudi.

Menurut Adil Makki, Chairman Adil Makki Contracting, pembicaraan untuk mengajak Wijaya Karya bermitra dalam menggarap sektor konstruksi dan infrastruktur di Saudi berjalan setahun. Sebab begitu banyak syarat diajukan Wijaya Karya dalam mencari mitra di luar negeri.

Dia menambahkan kontrak kerja sama itu berlaku sepuluh tahun dan bisa diperpanjang. "Masuknya perusahaan konstruksi dan kontraktor raksasa dari Indonesia itu diharapkan berkontribusi untuk memperkuat sektor ini dan membawa keahlian baru," kata Makki. "Apalagi perusahaan seperti PT Wijaya Karya telah mencapai keberhasilan di sektor konstruksi tidak hanya di Indonesia, juga di pasar internasional."

Muammar Attawi, Ketua Komite Kontrtor JCCI (Kamar Dagang dan Industri Jeddah), bilang Wijaya Karya merupakan perusahaan Indonesia pertama masuk ke pasar Saudi. "Ini adalah bukti ketangguhan pasar konstruksi Saudi dan akan terus tumbuh dengan proyek-proyek raksasa meski resesi melanda pasar internasional," ujarnya.

Manajer Umum Wijaya Karya Siddik Siregar menjelaskan perusahaannya dapat masuk ke pasar Saudi karena telah membuktikan kualitas pengerjaan beragam proyek di negara-negara Arab dan pasar internasional.

PT Wijaya Karya dibentuk pada 1960 dengan spesialisasi pembangunan gedung dan infrastruktur untuk pemerintah. Kemudian memperluas usahanya ke sektor energi dan industri. Perusahaan ini menguasai lebih dari 35 persen pasar konstruksi di Indonesia dengan dukungan dua ribu insinyur dan teknisi, serta lebih dari 20 ribu pekerja.

Siregar mengklaim Wijaya Karya merupakan perusahaan konstruksi nomor wahid di Indonesia dan sudah mulai memperluas usaha ke luar negeri. Sejak 2007, Wijaya Karya sudah masuk ke pasar konstruksi di Uni Emirat Arab, Aljazair, dan Libya. Juga sudah ada di Myanmar, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

"Kami memperkirakan dapat memperoleh kontrak lebih dari US$ 200 juta di Saudi selama 2016," tuturnya. Dia menambahkan Wijaya Karya saat ini sedang mempelajari tawaran kontrak di Saudi senilai lebih dari US$ 40 juta, termasuk proyek pembangunan perumahan dan pusat perdagangan.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus