bisnis

Emirates Airline terpilih lagi sebagai merek maskapai terpercaya

Paling lambat 2020, Emirates akan menjadi merek Timur Tengah pertama masuk dalam daftar 100 merek terbaik versi Brand Finance Global.

02 Februari 2016 14:46

Emirates Airline kembali terpilih sebagai merek maskapai paling dipercaya konsumen untuk tahun kelima berurutan, menurut laporan the Brand Finance Global 500 tahun ini.

Lewat pernyataan tertulis, maskapai milik pemerintah Dubai ini menyebutkan nilai perusahaan mereka tahun lalu tumbuh 17 persen ke angka US$ 7,7 miliar.

Dalam daftar berisi 500 merek perusahaan itu, Emirates menduduki posisi ke-171, 47 poin lebih tinggi ketimbang maskapai pesaing terdekat mereka.

Emirates juga meraih posisi sebagai merek paling disukai di Timur Tengah, dengan nilai perusahaan bertambah dua kali lipat sejak 2009, saat mereka pertama kali masuk dalam laporan the Brand Finance Global 500.

Boutros Boutros, divisional senior vice president Corporate Communications, Marketing & Brand Emirates, mengatakan pihaknya berinvestasi secara strategis untuk membangun citra positif perusahaan. "Kami bekerja keras untuk mengenali, mengantisipasi, dan memenuhi perubahan kebutuhan konsumen global kami yang beragam," katanya. "Kami percaya itu akan membikin posisi kami luar biasa dalam industri penerbangan saat ini dan di masa depan."

CEO Brand Finance David Haigh mengakui Emirates terus tumbuh dan kian tersohor. "Paling lambat 2020, Emirates akan menjadi merek Timur Tengah pertama masuk dalam daftar 100 merek terbaik versi kami," tuturnya.

Di ulang tahun ke-30 pada 2015, Emirates menambah rute menjadi 150. Di tahun lalu itu pula, Emirates menerima 26 pesawat baru dan menjadikan mereka sebagai maskapai terbesar mengoperasikan Boeing 777 dan Airbus 380.

Pesawat Emirates Airline. (Arabian Business)

Tolak layani rute Dubai-Tel Aviv, pilot Emirates Airline ditangguhkan

Emirates membuka rute Dubai-Tel Aviv bulan depan.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Jumlah karyawan Emirates dipecat bisa bertambah menjadi sembilan ribu orang

Maskapai asal Dubai ini sudah memberhentikan enam ribu staf sejak muncul pandemi Covid-19 Maret lalu.





comments powered by Disqus