bisnis

Perempuan Arab Saudi keranjingan belanja kosmetik

Pasar kosmetik di Arab Saudi terbesar di Timur Tengah dan impor kosmetik oleh negara Kabah itu tahun lalu lebih dari 2,3 miliar riyal

12 Februari 2016 02:15

Kaum hawa di Arab Saudi benar-benar keranjingan belanja produk kosmetik, melebihi perempuan di Barat dan dunia Arab.

Statistik terbaru keluaran Bea Cukai Arab Saudi menyebutkan impor kosmetik oleh negara Kabah itu tahun lalu lebih dari 2,3 miliar riyal. "Berat seluruh komestik diimpor sekitar 44,6 juta kilogram," kata juru bicara Bea Cukai Arab Saudi Isa al-Isa.

Menurut laporan sebuah majalah, pasar kosmetik di seluruh dunia senilai 60 miliar riyal, dengan pertumbuhan diperkirakan sebelas persen saban tahun. Majalah ini memperkirakan jumlah klinik operasi kecantikan di negara Kabah itu bakal naik sepuluh kali dalam lima tahun mendatang.

Juga diprediksi bakal ada peningkatan 26 persen total produk perawatan kulit. Laporan itu menjelaskan pasar kosmetik di Timur Tengah seperlima dari total pasar global dan Arab Saudi menjadi pasar terbesar di kawasan ini. Selain minyak wangi, produk perawatan rambut menunjukkan kenaikan penjualan di Arab Saudi dan negara Arab Teluk lainnya.

Dr Salim Bajajah, Dekan Fakultas Administasi dan Keuangan di Universitas Taif, membenarkan pasar kosmetik di Arab Saudi terbesar untuk Timur Tengah dan warga negara Dua Kota Suci ini lebih suka membeli produk-produk berkelas. Dia menjelaskan industri kosmetik di Arab Saudi tumbuh konstan dan produsen rajin mengeluarkan varian baru.

Dia menambahkan perempuan Arab Saudi rata-rata menghabiskan 15 ribu riyal setahun buat kecantikan, perawatan, kosmetik, perawatan kulit, parfum, dan perawatan rambut. Anggaran ini menghabiskan banyak dana kebutuhan keluarga.

Bahkan, dia bilang kaum hawa mapan secara keuangan bisa menghabiskan 70-80 persen dari gaji mereka buat membeli kosmetik. "Ini memiliki akibat negatif bagi perekonomian Saudi dan dampaknya akan kian besar bila mempertimbangkan kebijakan penghematan diberlakukan negara saat ini," ujar Bajajah.

Ahli kecantikan Rabab az-Zahrani mengakui perempuan Saudi sangat memperhatikan kecantikan kulit mereka karena masalah cuaca. "Saya membelanjakan 10 ribu riyal untuk kosmetik seminggu, terutama bila saya membeli di pasar internasional," tuturnya.

Pengusaha perempuan Madawi al-Hasun mengakui kaum hawa di Saudi benar-benar keranjingan produk kosmetik. Dia bilang rata-rata perempuan di negara itu bisa menghabiskan 400 ribu riyal setahun dan di sana ada sekitar sebelas ribu salon kecantikan. "Perempuan Saudi menghabiskan lebih banyak ketimbang kaum hawa dari negara Arab Teluk lainnya untuk belanja produk kosmetik."

Ibu rumah tangga bernama Sarah Muhammad mengatakan dia bisa dua hingga tiga kali sepekan membeli produk kecantikan. "Pengeluaran saya untuk itu delapan ribu riyal sebulan," katanya.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 





comments powered by Disqus