bisnis

Pembayaran dari pemerintah belum cair, sektor konstruksi di Arab Saudi tercekik

Zamil menekankan sektor konstruksi di negara Kabah itu sedang menghadapi beragam tekanan.

16 Februari 2016 13:18

Perusahaan-perusahaan konstruksi di Arab Saudi tengah mengerjakan proyek pemerintah terancam gagal atau bahkan keluar dari bisnis lantaran anggaran dari pemerintah belum cair.

Karena itulah, Presiden Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Arab Saudi Abdurrahman az-Zamil menyurati Raja Salman bin Abdul Aziz meminta dia bertindak mengatasi hal itu.

Zamil bilang sejumlah perusahaan bahkan sudah setengah tahun terakhir belum mendapat pembayaran dari pemerintah. "Jika penundaan pembayaran berlanjut, perusahaan-perusahaan ini terancam gagal menyelesaikan proyek atau bahkan keluar dari bisnis itu," tulis Zamil dalam suratnya, seperti dilihat Reuters kemarin.

Surat itu menekankan sektor konstruksi di negara Kabah itu sedang menghadapi beragam tekanan.

Sejumlah eksekutif industri mengatakan Kementerian Keuangan Arab Saudi telah menghentikan pembayaran lanjutan bagi perusahaan-perusahaan tengah mengerjakan proyek pemerintah. Pemerintah memang memberikan lebih sedikit kontrak dan pembayaran atas proyek sudah selesai dikerjakan berjalan lambat.

Pemerintah sejatinya tidak kekurangan fulus untuk membayar utang-utangnya. Mereka masih memiliki sekitar US$ 600 miliar aset di luar negeri. Namun persetujuan atas pengeluaran anggaran telah berjalan lambat.

Zamil menjelaskan perusahaan-perusahaan konstruksi berharap pemerintah menyelidiki situasi ini dan menciptakan sebuah mekanisme agar utang terhadap perusahaan-perusahaan itu bisa segera dibayarkan.

Ahli ekonomi setempat Fadl al-Buainain bilang sektor konstruksi di Arab Saudi terpukul dua kali. "Pertama, oleh penghematan pengeluaran atas proyek-proyek pemerintah. Kedua, oleh penundaan pembayaran," ujarnya.

Kereta cepat Haramain melayani rute Makkah-Madinah beroperasi mulai 11 Oktober 2018. (Saudi Gazette)

Kereta cepat Makkah-Madinah beroperasi mulai Kamis pekan ini

Dengan kereta Haramain, perjalanan Makkah-Madinah hanya butuh waktu dua jam saja.

Kios buku di Albalad, kawasan kota tua di Ibu Kota Amman, Yordania, April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi, Kuwait, dan UEA simpan US$ 1 miliar di Bank Sentral Yordania

Saudi, Kuwait, dan UEA juga berkomitmen memberikan fulus US$ 500 juta saban tahun selama lima tahun untuk membantu anggaran Yordania.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus