bisnis

Iran sokong upaya naikkan harga minyak

Tapi Zanganeh tidak menyatakan secara terbuka apakah mendukung penetapan batas produksi minyak telah disepakati Arab Saudi, Rusia, Venezuela, dan Qatar Selasa lalu.

18 Februari 2016 13:17

Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh kemarin bilang negaranya mendukung segala upaya dilakukan negara produsen minyak lainnya untuk menstabilkan pasar dan menaikkan harga minyak mentah global.

Dalam 18 bulan terakhir, harga minyak terus melorot dan pernah di bawah US$ 30 sebarel, terendah dalam satu dasawarsa belakangan.

"Kami menyambut gembira awal kerja sama antara OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan negara non-OPEC," kata Zanganeh, seperti dilansir Shana, media milik Kementerian Perminyakan Iran. "Kami menyokong segala cara bisa menstabilkan pasar dan menaikkan harga (minyak)."

Pernyataan itu muncul setelah Zanganeh kemarin bertemu Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio Del Pino, Menteri Perminyakan Irak Adil Abdil Mahdi, dan Menteri Energi Qatar Muhammad Saleh as-Sada di Ibu Kota Teheran, Iran. Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Arab Saudi, Rusia, Venezuela, dan Qatar sepakat menetapkan level pengangkatan minyak Januari tahun ini sebagai batas produksi minyak selanjutnya.

Namun Zanganeh tidak secara terbuka menyatakan mendukung penetapan batas produksi minyak itu. Apalagi pemerintah Iran sudah berkomitmen bakal menaikkan produksi emas hitam mereka tahun ini dua juta barel sehari. Saat ini negara Mullah itu sudah mampu mengekspor 1,3 juta barel minyak per hari.

Di hari sama, utusan Iran buat OPEC Mahdi Asali menegaskan negaranya bakal menolak kesepakatan soal batas produksi minyak. "Meminta Iran menetapkan batas produksi minyak tidak masuk akal," kata utusan Iran untuk OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) Mahdi Asali, seperti dilansir surat kabar the Shargh. "Ketika Iran masih dikenai sanksi, beberapa negara (produsen minyak) malah menaikkan produksi dan mereka telah menyebabkan harga minyak jatuh."

Setelah kesepakatan penetapan batas produksi minyak dicapai di Ibu Kota Doha, Qatar, harga minyak mentah global kemarin naik tujuh persen. Harga minyak Brent meningkat US$ 2,32 ke angka US$ 34,50 sebarel. Minyak mentah Amerika Serikat juga menanjak US$ 1,90 ke harga US$ 30,94 per barel.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

OPEC dan produsen non-OPEC setuju untuk tidak naikkan produksi minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta OPEC membantu menurunkan harga minyak mentah global dengan mengurangi produksi.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.





comments powered by Disqus