bisnis

UEA akui tahun ini sulit raih pertumbuhan di atas tiga persen

Produk domestik bruto UEA diperkirakan meningkat tiga hingga 3,5 persen tahun lalu.

26 Februari 2016 18:52

Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab (UEA) Sultan bin Said al-Mansyuri kemarin mengakui negaranya tahun sulit meraih pertumbuhan melebihi tiga persen. Dia bilang masih rendahnya harga minyak mentah global sebagai ganjalan.

"Itu sebuah tantangan, bukan hanya bagi negara kita, tapi buat semua negara," kata Mansyuri kepada wartawan. "Semua bergantung pada apa yang bakal terjadi terhadap harga minyak."

Para pejabat memperkirakan produk domestik bruto UEA meningkat tiga hingga 3,5 persen tahun lalu. Pada Desember 2015, Mansyuri memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara Arab Teluk ini bakal di kisaran serupa.

Dia menjelaskan pertemuan para pejabat tinggi UEA baru-baru ini menghasilkan keputusan buat mengurangi kontribusi minyak terhadap produk domestik bruto menjadi 20 persen saja paling lambat 2021, dari 30 persen saat ini. Caranya, dengan menganekaragamkan sumber-sumber pendapatan negara.

Melorotnya harga minyak mentah dunia telah mengakibatkan defisit bagi enam negara Arab Teluk pengekspor minyak, yakni Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. Buat mengatasi defisit ini, keenam negara tergabung dalam organisasi GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) itu sepakat menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai) lima persen mulai 2018 atau paling lambat 1 Januari 2019.

Selain itu, negara-negara Arab Teluk ini juga sudah mulai mencabut subsidi listrik, air, dan bahan bakar.

Harga minyak dunia mulai merosot sejak pertengahan 2014 dan sekarang di kisaran US$ 30 sebarel. Bahkan pernah di bawah US$ 30 awal tahun ini, terendah dalam satu dasawarsa terakhir.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Kuwait proyeksikan defisit US$ 25 miliar untuk anggaran belanja mendatang

Rencana anggaran ini disusun berdasarkan asumsi harga minyak dunia US$ 55 per barel.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar berencana naikkan investasi di Amerika jadi US$ 45 miliar

Investasi QIA di Amerika saat ini berjumlah US$ 30 miliar.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Jumlah cadangan minyak Arab Saudi 268,5 miliar barel

Saudi memiliki cadangan gas sebesar 325,1 triliun kaki kubik





comments powered by Disqus