bisnis

Perusahaan listrik Arab Saudi tahun ini akan dibelah empat

Saham-saham dari keempat perusahaan baru itu bakal ditawarkan kepada kepada warga Arab Saudi lewat bursa atau kepada perusahaan mitra lokal atau internasional.

26 Februari 2016 14:03

Perusahaan listrik milik negara Arab Saudi, Saudi Electricity Company (SEC), akan dipecah empat tahun ini buat meningkatkan efisiensi.

"Paling lambat akhir 2016, kita akan melihat terbentuknya empat perusahaan listrik, dibangun dari aset-aset milik SEC," kata Abdullah asy-Syahri, Gubernur the Electricity & Co-Generation Regulatory Authority, kemarin.

Dia bilang proses pembentukan empat perusahaan listrik baru itu akan terbuka untuk persaingan. Saham-saham dari keempat perusahaan baru itu bakal ditawarkan kepada kepada warga Arab Saudi lewat bursa atau kepada perusahaan mitra lokal atau internasional.

Sejak harga minyak mentah global melorot, negara Kabah itu mulai melakukan reformasi ekonomi, termasuk privatisasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Abdullah menjelaskan keputusan buat memecah SEC dibuat oleh sebuah komite kementerian bertugas mengelola privatisasi. "Ketika perusahaan-perusahaan ini hadir dan aturan buat sektor swasta sudah siap, akan ada pendapatan dalam jumlah sangat besar bagi negara dan peningkatan layanan," ujarnya kepada Al-Arabiya.

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Bin Salman jamin tidak akan pernah berlakukan pajak penghasilan bagi warga Saudi

Baru empat dari negara Arab Teluk menerapkan VAT, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bin Salman berencana jual satu persen saham Aramco

Kalau rencana baru itu diwujudkan, maka terdapat 3,5 persen saham Aramco dijual. 





comments powered by Disqus