bisnis

Masalah telat gaji karyawan Binladin Group telah diselesaikan

Salah satu pilihan, pekerja dibolehkan tinggal di rumah hingga perusahaan membayar tunggakan gaji mereka.

27 Februari 2016 13:34

Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan keterlambatan gaji karyawan Saudi Binladin Group. Masalah ini telah memicu lebih dari seribu pekerja perusahaan konstruksi terbesar di negara Kabah itu berunjuk rasa.

Keputusan itu dicapai dalam pertemuan antara Kementerian Tenaga Kerja, Binladin Group, dan polisi di Kota Makkah baru-baru ini, seperti dilansir media setempat kemarin.

Sekitar dua ribu insinyur, staf manajemen, dan pekerja Binladin Group dilaporkan sudah empat bulan tidak menerima gaji. Frustasi karena pembayaran gaji mereka ditunda, lebih dari seribu karyawan berdemonstrasi di luar kantor pusat Binladin Group di Kota Jeddah.

Sejumlah sumber mengungkapkan sesuai perjanjian, pekerja dibolehkan tinggal di rumah hingga perusahaan membayar tunggakan gaji mereka. Pilihan kedua adalah mengizinkan siapa saja ingin berhenti bisa mengurus hak-haknya. Opsi ketiga yaitu pekerja dan staf dapat memperoleh sponsor buat pindah kerja.

Pesawat Etihad Airways akan melayani penerbangan Abu Dhabi-Tel Aviv dua kali sepekan mulai 6 April 2021. (Etihad)

Dua maskapai UEA hentikan penerbangan ke Tel Aviv

Etihad dan Flydubai membuka rute penerbangan ke Tel Aviv setelah UEA tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Seorang bocah perempuan Palestina di Jalur Gaza tampak ketakutan setelah menjadi korban serangan udara Israel. (Albalad.co/Supplied)

Perang makin sengit, tujuh maskapai setop penerbangan ke Israel

Sedangkan El Al, maskapai Israel, tetap akan terbang ke negara lain.   

Seorang pekerja Saudi Aramco tengah memantau situasi di fasilitas milik perusahaan itu. (saudiaramco.com)

Laba Aramco di kuartal pertama 2021 naik 30 persen

Pendapatan Aramco di tiga bulan pertama 2021 melonjak 21 persen menjadi US$ 72,5 miliar, sedangkan pengeluarannya sebesar US$ 8,2 miliar.

CEO Mobileye Amnon Shashua saat menerima tamunya, CEO Intel Pat Gelsinger, di kantor Mobileye di Yerusalem, 2 Mei 2021. (Times of Israel)

Intel akan gelontorkan dana Rp 8,6 triliun buat perluas pusat riset dan pengembangan chip komputer di Israel

Intel sudah menghabiskan Rp 144 triliun buat pabrik chip komputernya di Israel.





comments powered by Disqus