bisnis

Dubai kota terpenting kelima bagi kaum supertajir

London di peringkat pertama.

02 Maret 2016 15:25

Dubai tahun lalu menjadi kota terpenting kelima di dunia bagi kaum supertajir, menurut laporan terbaru Wealth Report dilansir Knight Frank, perusahaan konsultasi properti permukiman dan perdagangan dibentuk pada 1896 dan berkantor pusat di London.

Laporan berisi analisa tahunan soal aliran kekayaan dan investasi di seluruh dunia itu menunjukkan pentingnya Kota Dubai bagi orang-orang superkaya - berharta bersih paling sedikit US$ 30 juta - meningkat dalam setahun belakangan.

Kota di Uni Emirat Arab ini naik tiga peringkat dari posisi kedelapan, melewati Shanghai (Cina), Miami (Amerika Serikat), dan Paris (Prancis).

Secara global, London (Inggris) dua tahun berturut mengalahkan New York (Amerika Serikat) sebagai pemuncak dalam daftar kota terpenting di dunia bagi kaum supertajir.

Kota lainnya masuk dalam daftar sepuluh kota terpenting sejagat buat kalangan kelewat kaya adalah Singapura, Hong Kong (Cina), Sydney (Australia), Beijing (Cina), dan Jenewa (Swiss).

"Hasil survei kami menegaskan posisi London dan New York di puncak daftar tidak akan terkalahkan dalam beberapa tahun ke depan lantaran kedua kota ini sudah begitu maju dan unggul dibanding kota-kota lain," kata Liam Bailey, kepala riset Knight Frank.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Emirates rugi Rp 48 triliun di semester pertama 2020

Maskapai asal Dubai ini mendapat suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp 28,3 triliun.

Pantai Umm Suqaim di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (timeoutdubai.com)

Pembangunan hotel tertinggi sejagat di Dubai sudah dimulai

Bangunan rancangan NORR ini bakal setinggi 365 meter dan memiliki 1.042 kamar, termasuk 150 suites, tempat observasi dan lobi untuk bersantai di lantai 81, serta sebuah Sky Terrace dilengkapi kolam renang Infinity, bar, dan dek observasi.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Logo Dubai Expo 2020. (Twitter/@DubaiExpo2020)

UEA minta pelaksanaan Dubai Expo 2020 diundur jadi Oktober 2021

UEA mengajukan jadwal 1 Oktober 2021-31 Maret 2022 sebagai waktu penyelenggaraan Dubai Expo 2020.





comments powered by Disqus