bisnis

Satu lagi perusahaan konstruksi top di Arab Saudi telat bayar gaji karyawan

Direktur Saudi Oger berjanji pembayaran gaji rutin mulai bulan ini.

08 Maret 2016 16:31

Kasus menimpa perusahaan konstruksi nomor wahid di Timur Tengah Saudi Binladin Group juga dialami perusahaan konstruksi ternama lainnya di Arab Saudi, yakni Saudi Oger.

Saudi Oger, berkantor pusat di Ibu Kota Riyadh, didirikan oleh Rafik Hariri pada 1978.

Perusahaan ini sudah empat bulan tidak menggaji karyawannya karena kesulitan keuangan. Saudi Oger mengklaim pencairan gaji telat lantaran belum menerima pembayaran buat proyek-proyek tengah dikerjakan.

Menurut laporan media setempat, Direktur Saudi Oger Farid Syakir telah berjanji dalam sebuah memo internal sepuluh hari lalu, gaji bakal dibayarkan kepada seluruh pekerja dalam sepekan, berlaku mulai 14 Februari lalu. Namun janji itu dilanggar.

Syakir juga berjanji membayar gaji karyawannya rutin mulai bulan ini. "Perusahaan sudah mengumumkan tidak memiliki fulus buat bayar gaji karyawan," kata Sayyar asy-Syammari, insinyur bekerja di Saudi Oger.

Persoalan gaji telat ini juga sudah ditangani Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi. Bahkan seorang sumber bilang kementerian telah mengenakan sejumlah sanksi kepada Saudi Oger, termasuk menghentikan layanan keamanan sosial dan paspor. Kementerian juga sudah membentuk sebuah komite akan bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Riyadh buat menyelesaikan kasus itu

Kamar Dagang dan Industri Arab Saudi awal tahun ini memang sudah menyatakan merosotnya harga minyak mentah global bakal berpengaruh terhadap industri konstruksi di negara Kabah itu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA tahun depan berlakukan cukai atas minuman mengandung gula dan rokok elektrik

UEA sudah menerapkan cukai atas produk merusak kesehatan dan lingkungan sejak 2017.

Bangunan terjangkung sejagat Burj Khalifah, berlokasi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Tarif beriklan di dinding luar Burj Khalifah minimum Rp 970 juta

Huawei dan Walt Disney pernah beriklan di dinding luar Burj Khalifah.

Konglomerat Dubai, Khalaf al-Habtur. (Gulf Business)

Konglomerat Dubai minta larangan penggunaan Skype di UEA dicabut

Al-Habtur September tahun lalu juga mendesak larangan pemakaian telepon WhatsApp di UEA dicabut.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco raup pendapatan bersih Rp 668 triliun di semester pertama tahun ini

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah bilang IPO Aramco akan dilakukan paling lambat tahun depan atau awal 2021.





comments powered by Disqus