bisnis

Arab Saudi berencana cari pinjaman bank asing US$ 6-8 miliar

Dengan opsi nilai pinjaman bisa bertambah.

09 Maret 2016 12:28

Arab Saudi tengah berusaha mencari pinjaman bank asing senilai US$ 6-8 miliar buat menutupi defisit anggarannya. Ini bakal menjadi pinjaman asing pertama dilakukan pemerintah negara Kabah itu dalam satu dasawarsa terakhir.

Sejumlah sumber mengetahui betul rencana ini bilang kepada kantor berita Reuters, Riyadh telah meminta sejumlah bank asing mengajukan proposal untuk masa pinjaman lima tahun. Namun angka pinjaman bisa bertambah bila memang diperlukan.

Negara Dua Kota Suci ini tahun lalu mengalami defisit hampir US$ 100 miliar akibat melorotnya harga minyak mentah global. Cadangan devisa juga tergerus lantaran membiayai perang di Yaman.

Sumber-sumber itu menolak disebut namanya lantaran rencana itu dirahasiakan. Upaya meminta komentar dari Kementerian Keuangan dan Bank Sentral Arab Saudi tidak berhasil.

Reuters pekan lalu melaporkan Arab Saudi telah mengumpulkan bank-bank domestik untuk membahas gagasan mencari pinjaman asing. Namun berapa jumlahnya tidak diketahui.

Karena defisit, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz tahun lalu telah mengeluarkan perintah untuk menghemat anggaran negara. Arab Saudi juga sudah mulai melakukan privatisasi atas sejumlah perusahaan milik negara.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Gaji Raja Salman Rp 11,8 triliun sebulan

Utang pemerintah Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman bin Abdul Aziz berkuasa pada Januari 2015, menurut data dilansir Bank Dunia.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.





comments powered by Disqus