bisnis

Kadin Makkah tolak rencana lima hari kerja bagi sektor swasta

Kerugian bila rencana itu dilaksanakan diklaim bisa US$ 26 miliar.

10 Maret 2016 08:18

Rencana pemerintah Arab Saudi memberlakukan lima hari kerja bagi sektor swasta menuai banyak penolakan dari komunitas bisnis, termasuk dari Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kota Makkah. Bahkan diklaim kerugian bisa mencapai US$ 26 miliar akibat pengurangan jam kerja.

Ketua Kadin Makkah Saleh Jamal telah meminta agar proposal itu dikaji kembali. Alasannya, Arab Saudi adalah negara berkembang dan masih perlu memaksimalkan produktivitas. "Rencana itu lebih banyak negatifnya dan merugikan," katanya.

Berdasarkan rencana itu, pekerja swasta akan bekerja 40 jam sepekan dengan dua hari libur, dari sebelumnya enam hari kerja seminggu. Artinya rata-rata delapan jam per hari. Namun selama Ramadan tujuh jam tiap hari.

Proposal ini untuk mendorong lebih banyak warga negara Arab Saudi bekerja di sektor swasta. Negara Kabah ini memang tengah menggalakkan program Saudisasi di sektor swasta.

Majelis Syura telah menyetujui rencana pemerintah itu Januari lalu.

Jamal menjelaskan proposal ini bisa mengakibatkan perusahaan memecat karyawan atau mencari pekerja dengan upah lebih murah.

Rencana penerapan lima hari kerja bagi sektor swasta di Arab Saudi bukan hal baru. Dua tahun lalu, Kementerian Tenaga Kerja dipaksa membatalkan proposal itu oleh kalangan bisnis.

Kereta cepat Haramain melayani rute Makkah-Madinah beroperasi mulai 11 Oktober 2018. (Saudi Gazette)

Kereta cepat Makkah-Madinah beroperasi mulai Kamis pekan ini

Dengan kereta Haramain, perjalanan Makkah-Madinah hanya butuh waktu dua jam saja.

Kios buku di Albalad, kawasan kota tua di Ibu Kota Amman, Yordania, April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi, Kuwait, dan UEA simpan US$ 1 miliar di Bank Sentral Yordania

Saudi, Kuwait, dan UEA juga berkomitmen memberikan fulus US$ 500 juta saban tahun selama lima tahun untuk membantu anggaran Yordania.

Ladang minyak di Kuwait. (kpc.com.kw)

Kuwait hentikan ekspor minyak ke Amerika

Kuwait telah menggeser ekspor minyaknya ke negara-negara Asia, saat ini mencapai 80 persen dari total volume ekspor minyak Kuwait.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus