bisnis

Total nilai proyek konstruksi di kawasan Teluk tahun ini turun US$ 30 miliar

Tahun lalu proyek konstruksi di enam negara Arab Teluk senilai US$ 197 miiar, namun tahun ini diperkirakan turun menjadi US$ 167 miliar.

11 Maret 2016 08:08

Total nilai kontrak proyek konstruksi di enam negara Arab Teluk - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, dan Oman - tahun ini diperkirakan turun hingga US$ 30 miliar.

Hasil penelitian oleh perusahaan informasi di UEA Ventures ONSITE menunjukkan tahun lalu total proyek konstruksi di kawasan Teluk senilai US$ 197 miliar. Namun tahun ini diperkirakan merosot hampir 15 persen ke angka US$ 167 miliar. "Ini jelas turun tapi tidak seperti penurunan tertunda pada 2010 dan 2011 akibat krisis ekonomi global," kata Ventures ONSITE lewat pernyataan tertulis.

Mibu John, kepala riset di Ventures ONSITE, bilang sudah ada kontrak untuk proyek-proyek besar Januari dan Februari lalu, termasuk proyek Royal Atlantis Resort dan perluasan bandar udara internasional di Bahrain.

Namun tidak ada kaitan jelas antara penurunan nilai proyek konstruksi dengan menukiknya harga minyak dunia. "Sejarah menunjukkan nilai kontrak diberikan tidak terkait dengan apakah saat itu harga minyak tengah di puncak atau turun," ujar Julian Herbert, penasihat ahli bagi Ventures ONSITE.

Data menunjukkan meski harga emas hitam sudah terjun sejak pertengahan 2014, Kuwait tahun lalu memberikan kontrak proyek konstruksi terbesar sepanjang sejarah negara itu, yakni US$ 35 miliar. Qatar untuk dua tahun belakangan memberikan kontrak proyek konstruksi US$ 34 miliar.

Bursa Nasdaq Dubai. (Gulf Business)

UEA izinkan kepemilikan asing seratus persen di sektor bisnis mulai akhir tahun ini

Namun belum ada penjelasan bidang apa saja di sektor bisnis boleh dimiliki sepenuhnya oleh pemodal luar negeri.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (emirates.com)

Filipina cabut larangan buruh migran bekerja di Kuwait

Ketegangan muncul setelah mayat pembantu asal Filipina Joanna Demafelis disembunyikan majikan dalam kulkas di rumahnya.

ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait tunda penerapan VAT hingga 2021

VAT merupakan salah satu kebijakan diambil negara-negara Arab Teluk untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Mata uang riyal Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Gubernur bank sentral Iran mundur sebab nilai tukar riyal anjlok

Sejak awal pekan ini, nilai tukar merosot menjadi 65 ribu hingga 70 ribu riyal per US$ 1.





comments powered by Disqus